Senin, 11 November 2013

Manusia Terlalu Kecil untuk Mempelajari Kekuatan Tuhan

Manusia terlalu kecil untuk mempelajari kekuatan Tuhan.  Apalagi melalui bentuk ritual, mistis, okultisme, atau persembahan.  Banyak orang berpendidikan percaya dan bergairah terhadap semua bentuk yang berbau mistis.  Bahkan mereka adalah orang-orang yang ber-IQ tinggi.  George Washington, Einstein, Hawking, Thomas Jefferson, Newton, Benyamin Franklin, Fulton, bahkan filsuf Plato dan Aristoteles.

Sesungguhnya, mereka -orang-orang yang disebut-sebut sebagai pemegang supremasi ilmu pengetahuan-  terobsesi dengan segala hal di masa lalu.  Terlepas dari penghargaan kita atas penemuan-penemuan mereka, mereka hanya melakukan sebuah pengulangan.  Apa yang mereka lakukan tidak benar-benar original.  U.S. Capitol dirancang meniru Gereja Pantheon di Roma Italia.  Washington DC adalah duplikat Obelisk Mesir di Alexandria.  Demikian juga banyak bangunan lain di Amerika.  Mereka menciptakan masa lalu modern.

Thomas Jefferson, George Washington, Benyamin Franklin, dan lain-lainnya adalah orang Freemasonry, mereka segera dihubungkan dengan hal-hal mistis dalam organisasi persaudaraan itu -ritual, astronomi, ilmu pengetahuan rahasia, harga karun terbesar, dan sesuatu yang hanya dapat dipelajari oleh mereka yang sudah dibaiat-inisiasi.  Padahal, tidaklah demikian yang terjadi sebenarnya. 


Zhaenal Fanani dalam Tabut!: Ark of Covenant

Tidak ada komentar:

Posting Komentar