Selasa, 12 November 2013

SPIONASE

Kegiatan spionase sudah ada sejak lama.  Cerita soal spionase sudah ada dalam ksiah-kisah sastra Yunani pada IX dan abad VI sebelum Masehi.  Kisah Perang roya, yang diikuti pengiriman patung kuda raksasa berisi pasukan, yang dikenal dengan nama Kuda Troya, adalah salah satu kisah awal tentang kegitan spionase.  Kisah senada juga muncul dalam tulisan tentang strategi militer China dan India kuno, seperti Sun Tzu dan Chanakya.

Pada masa lalu, kegiatan spionase dilakukan sebagai usaha untuk memenangi perang.  Kegiatan spionase dilakukan untuk mengetahui peta kekuatan dan kelemahan musuh sehingga perang dapat dimenangi.  Namun, seiring perjalanan waktu, kegiatan spionase juga meluas ke bidang-bidang lain, misalnya untuk memperoleh informasi tentang industri unggulan yang dimiliki negara-negara yang dianggap sebagai pesaing.  Kita belum lupa ketika Uni Soviet (kini Rusia) mengejutkan dunia, ketika dalam suatu pamaeran dirgantara negara itu memajang pesawat tiruan Concorde, peswat penumpang supersonik buatan Perancis.  Namun, pesawat tersebut meledak dan jatuh ketika bermanuver di pameran itu.

Sadap-menyadap pun telah dilakukan sejak lama.  Dari situlah kemudian lahir ahasa sandi untuk menjaga kerahasiaan dari suatu informasi yang dianggap sangat strategis.  Keberhasilan sekutu mengungkap bahasa sandi yang digunakan pasukan Jerman dalamPerang Dunia II membuat operasi kapal selam Jerman bisa dilumpuhkan.  Bahkan sekutu pun berhasil memberikan informasi palsu kepada Jerman mengenai lokasi dimana penyerbuan terakhir akan dilakukan.

Kekhawtiran akan penyadapan itulah yang membuatKedutaan Besar Jerman Barat untuk Indonesia di Jakarta (waktu itu) sempat protes ketika Hotel Mandarin dibangun tahun 1978 di sebelahnya.  KEadaan yang hampir sama juga dialami oleh oleh Kedutaan Besar Jepang untuk Indonesia di J Jakarta ketika kompleks pertokoan Plaza Indonesia dibangun di dekatnya awal 1990-an.

Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa pembicaraan telepon, termasuk juga telepon genggam, mudah untuk disadap.  Emikan juga surat elektronik atau e-mail.  Itu sebabnya, saat akan mendaftarkan e-mail (membuka e-mail account) dibari tahu bahwa internet itu bersifat terbuka karena itu tidak disarankan melakukan komunikasi rahasia melalui internet atau e-mail.

Sayangnya orang seperti tidak memedulikan hal itu.  Lihatlah kasus penangkapan Komisi Pemberantasan Korupsi  Korupsi (KPK) akhir-akhir ini, yang didasarkan pada pemicaraan melalui telepon genggan, layanan pesansingkat (SMS), Blackberry Messenger (BBM), atau WhatzsApp.

Penyadapan yan dilaukan Amerika Serikat terhadap ara kepala pemerintahan negara-negara sekutunya itu memunculkan seloroh, yang yang menyebutkan, Perdana Menteri India Manmohan Singh adalah satu-satunya pemimin pemerintahan yang kebal, alias tidak dapat disadap oleh AS.  Menngingat PM India yang satu ini tidak memiliki telepon genggam dan tidak mempunya e-mail account.

Kalau tidak ingin disadap, berkomunikasilah secara pndai

Tidak ada komentar:

Posting Komentar