Kamis, 28 November 2013

James Cameron: "Bagaimana jika Yesus sebenarnya Tidak Ada Sama Sekali?"

BAGAIMANA jika Yesus sebenarnya tidak ada sama sekali?  akhir-akhir ini para pakar berkata tepat demikian.  Teorinya bahwa Yesus emrupakan sebuah konflasi dari mitos manusia pagan dan kematian/kebangkitan dengan tradisi-tradisi al-Masih yahudi abad pertama, dan bahwa dia (Yesus) tidak lagi memiliki substansi historis dibandingkan dengan zeus.

Sejak  abad pertama dalam berbagai misteri agama pagan:  Osiris, Attis, dan Dionysus, semuanya, adalah manusia-manusia dewa yang wafat sekitar musim Paskah (saat musim semi dimana waktu siang dan malam sama lamanya), dan dibangkitkan kembali setelah tiga hari.  Dan ketiga dewa ini telah lebih dulu ada dari Yesus sejak berabad-abad lamanya.  Natal itu sendiri menurut anggapan banyak sarjana adalah hasil adopsi dari tradisi pagan saat merayakan titik balik matahari.  Banyaknya pokok-pokok naratif dari cerita  tentang Yesus, seprti kelahiran Perawan Suci dan Kebangkitan yang telah ada sejak beratus tahun mendahului kemungkinan keberadaan Yesus itu sendiri, emmaksa terbukanya kasus bahwa dia sama sekali tidak pernah ada, tapi hanya merupakan mitos yang diciptakan untuk memenuhi kepentingan tertentu.  Tidak adanya satu partikel pun yang menunjukkan bukti fisik bahwa Yesus benar-benar hidup, membuat gerakan yagn muncul diantara pra ahli sejrah akhir-akhir ini tidak bisa disangkal berdasarkan faktanya.Akan tetapi, sekarang, dengan buku yang sangat mengejutkan ini, Simcha Jacobivi dan Charles Pellegrino telah menyampakan tidak hanya sebutir fakta, tetapi benar-benar berbutir-butir bukti  yang tak terhingga.  Saya yakin penyelidikan mereka merupakan bukti yang melampaui segala keraguan bahwa makam Yahudi dari abad pertama yang ditemukan di Talpiot, Jerusalem, di tahun 1980 adalah makam Yesus dan keluarganya.  Yan glebih megnejutkan lagi adalah apa yang dikatakan oleh bukti fisik yang berasal dari dalam makam itu tentang Yesus, kematiannya, dan hubungannya dengan anggota keluarga yang lain yang ditemukan di situs pemakaman yang sama.

Sutu kali saya ditanya oleh seorang pewawancara ang mulai bosan membicarakan film-film saya, "Jika Anda bisa bertemu dengan seseorang dari sejarah, siapakah itu?"  Bagaimana jika ada mesin waktu yang bisa membuat orang kembali ke masa lalu dan memandang ke dalam mata seseorang yang hidup berabad-abad yang lalu? Newton, Ben Franklin, Julius Caesar -betapa menariknya melihat bagaimana mereka sesungguhnya?  Mungkin saya akan memilih Hatshepsut, satu-satunya wanita selama tiga ribu tahun sejarah Mesir yang memerintah sebagai Fir'aun, karena saya selalu menyukai cerita-cerita tentang wanita-wanita kuat. 

Akan tetapi, yang keluar dari jawaban saya adalah "Yesus".  meskipun saya senriri tidak religius, saya selalu menganggap bahwa Yesus yang bersejarah ada secara nyata, dan bahwa dia paling tidak adalah seorang laiki-laki yang memiliki kekuatan pribadi dan kharisma yang luar biasa.  Apakah Anda percaya dia sebagai anak Tuhan atau hanya manusia biasa, tidak perlu dipertanyakan lagi, bahwa dia dalah salah satu dari banyak laki-laki penting yang pernah hidup, tak dapat disangkal, dia adalah laki-laki yang hidupnya terus memiliki dampak yang paling hebat untuk dunia kita.

Akan tetapi, kita tidak memiliki mesin waktu, dan ilmu fisika juga menunjukkan bahwa hal itu mustahil.  Kita harus percaya pada sejarah dan disiplin lain yang merupakan saudaranya, yaitu arkeologi.  Jadi, apa yang benar-benar kita tahu, secara hstoris dan arkeologis tentang Yesus? satu setengah miliar umat Kristen-lebih dari  seperlima dari populasi dunia-yakin bahwa mereka benar-benar tahu siapa Yesus itu.  Akan tetapi, apa yang sesungguhnya kita ketahui secara psti?

Sampai sekarang, sama sekali tidak ada bukti fisik dari keberadaannya.  Tidak ada cap jari, tulang-tulang, tidak ada foto yang diambil semasa hidupnya, tidak da apa-apa.  Tidak pula secarik kertas yang ditulis oleh tangan yesus sendiri.  Tentu saja ada reliks-reliks suci yang  terkenal, seperti potongan salib asli dan kain kafan dari turin, tetapi semua ini berasal dari sumber yang dipertanyakan dan mengacu pada masa berabad-abad berikutnya.  Hampir semua ahli arkeologi menolaknya.

Saat Yesus dan pengikut-pengikutnya melalui Judea dari abad pertama, tidak da kamera, perekam, dan pencatat stenografi dalam sidang.  Tidak ada rekaman tertulis yang tidak memihak yang sampai pada kita, yang mungkin bisa memberi bukti mandiri, seperti catatan-catatan tentang cara pengadilan Romawi.  Kita bahkan tidak memiliki rekaman sensus yang paling mendasar tentang kelahirannya.

Beberapa ahli sejarah Kitab Injil dan arkeologi ternama telah memberikan sumbangannya pda penyelidikan ini.  Namun demikian, hasil-hasil penemuan kami akan ditantang-sebagaimana seharusnya.  Hal itu adalah proses ilmiah yang mendorong kepada kebenaran yang diterima. 

Saat saya menulis ini adalah saat malam natal.  Dunia tengah dicabik-cabik oleh perang sebagaimana biasanya, dan perang-perang itu lebih berpusat di tanah-tanah Injil dibanding perang-perang sebelumnya selama abad ini. Beberapa bulan yang lalu, bagian terakhir dari produksi film kami ditunda karena roket orang-orang Libanon Katusha jtuh terlalu dekat dengan lokasi-lokasi kami di Nazareth.  Tangisan Yesus sebagai kasih diantara manusia benar-benar dibutuhkan sekarang ini dibanding sebelumnya.  Pada hari Natal kita merayakan kelahiran seorang laki-laki yang menyeru kepada kebaikan yang ada diantara kita semua, seorang laki-laki yang memberikan harapan pad dunia dua ribu tahun silam.  Perkataan, pemikiran, dan perbuatannya telah menggema selama berabad-abad dan tak terlupakan.

Tetapi siapakah Yesus ini sebenarnya?
Bacalah. Anda akan bertemu dia

James Cameron, 24 Desember 2006

Tidak ada komentar:

Posting Komentar