Apa itu AIDS?
AIDS (acquired immune deficiency syndrome) atau sindrom kehilangan kekebalan tubuh adalah sekumpulan gejala penyakit yang menyerang tubuh manusia sesudah sistem kekebalannya dirusak oleh virus yang disebut HIV (human immunodeficiency virus). Tubuh kita memiliki sistem kekebalan yang bertugas melindungi kita dari penyakit apapun yangmenyerang dari luar. Salah satu sel yang bertanggung jawab terhadap imunitas tersebut adalah CD4, fungsinya mengaktifkan sistem kekebalan tubuh, tergantung apakah ada kuman yang harus dilawan. Pada orang sehat, jumlahnya 500-1.000 sel per milimeeter kubik darah. Pada orang yang terinfeksi HIV, jumlah ini terus menurun.
Pada tahun 1982, penyakit ini belum diberi nama. namun, beberapa kelompok mengaitkannya dengan kejadian pertama di antara laki-laki homoseksual sehingga muncul dama GRID (Gay-related immune deficiency atau penurunan kekebalan tubuh yang terkait dengan kaum gay). Dengan terungkapnya kasus di luar homoseksual, nama GRID tidak cocok lagi dan dipakailah istilah AIDS (acquired immune deficiency syndrome).
1 Desember setiap tahunnya diperingati hari AIDS sedunia yang mengajak kita untuk kembali menyadari betapa bahayanya HIV/AIDS. Hari AIDS sedunia pertama kali dicetuskan pada Agustus 1987 oleh James W Bunn dan THomas Netter, pejabat informasi masyrakat untuk Program AIDS Global WHO di Geneva Swiss. Pemilihan tangal dan tahun peringatan sebenarnya cukup politis, Bunn menyarankan 1 Desember untuk memastikan bahwa media massa di barat akan meliputnya dan memperbesar gaungnya.
Sementara itu, 1988 adalah tahun Pemilu di As, setelah jenuh dengan urusan perpolitikan, Bunn memprediksi media akan antusias meliput hal-hal baru. Di sisi lain, Natal masih jauh dari 1 Desember. Di tengah-tengah "masa paceklik" erita bagi wartawan, dideklarasikannya hari AIDS sedunia akan menjadi sebuah gebrakan. Rencananya berhasil. Tanggal 1 Desember sampai saat ini terus dijadikan momen yang tepat untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat tentang HIV/AIDS.
Pita merah sebagai simbol dukungan terhadap orang dengan HIV/AIDS (ODHA) memiliki kisah yang lain. Pada 1991, sebuah kelompok yang terdiri atas 12 seniman berkumpul bersama untuk mendiskusikan proyek baru untuk Visual AIDS, organisasi seni di New York yang bertujuan meningkatkan kesadaran mengenai HIV. Diskusi tersebut menelurkan konsep pita merah.
Ketika para seniman ini duduk bersama untuk proyek tersebut, cita-cita mereka adalah agar orang tidak takut bicara tentang HIV. ODHA merupakan orang yang selalu diberi stigma, mereka bersembunyi dan terlalu takut untuk emnaytakan bahwamereka terkena HIV, bahkan kepada orang terdekatnya. Para seniman ini ingin menciptakan suatu ekspresi visual yang menyimbolkan kasih dan simpati terhadap ODHA.
Pita merah diinspirasi oleh pita kuning, yang diikatkan di pohon-pohon sebagai lambang dukungan terhadap pasukan militer AS yang bertaruh nyawa dalam Perang Teluk. Warna merah dipilih karena cepat tertangkap mata dan mencerminkan keberanian, semangat, serta cinta. Bentuknya dibuat sederhana agar semua orang dapat menirunya dengan mudah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar