Minggu, 15 Desember 2013
Pemakaman Mandela, dimana SBY?
Soal kedekatan Indonesia dengan Mandela dan Afrika Selatan semua (sudah) tahu. Afsel dan Indonesia sama-sama bekas jajahan Belanda. Banyak tokoh-tokoh pejuang Indonesia, terutama dari wilayah Makassar dan Madura, yang dibuang penjajah Belanda ke Afsel. Mereka kemudian menetap dan keturunannya menyebar di seantero wilayah Afsel.
Mandela sangat mengagumi Soekarno. Ia hadir di KAA Bandung th 1955 sebagai salah satu wakil tokoh Afrika. Soekarno dan KAA menginspirasi Mandela untuk meneruskan perjuangan anti rezim apartheid. Nelson Mandela terinspirasi pidato soekarno. Presiden Soekarno sebagai tuan rumah di tunjuk panitia KAA 1955 di Bandung sebagai juru bicara dengan lantang berteriak “Amerika kita setrika, Inggris kita linggis”. Pidato Soekarno inilah yang mengispirasi Nelson Mandela. Sepulang dari konferensi Asia-Afrika Di bandung,Nelson Mandela dengan ANC-nya mengadakan Demonstransi dan Mogok besar-besaran untung menggelorakan Anti Apartheid.Setelah 27 tahun menghuni penjara, ia dibebaskan pada tahun 1990.
Mandela hadir di KTT Non Blok di Jakarta dan Bogor tahun 1992. Soeharto menghadiahinya satu kontainer baju batik rancangan Iwan Tirta. Sejak itu Mandela menjadi penggemar berat batik. Ia mengenakan batik di berbagai event, termasuk ketika Afsel menjadi penyelenggara the World Cup tahun 2010. Gelar sebagai duta batik paling pantas disandang oleh Mandela sebagai tokoh yang tercatat paling sering memakai batik. Saking cintanya pada batik, sampai-sampai jenazah Mandela pun dikenakan kemeja batik.
....
sepenggal cerita saat Nelson Mandela hendak dimakamkan. Mandela State Memorial Service yang disiarkan langsung oleh jaringan televisi ABC Australia dari Johannesburg, South Africa, pada Selasa malam 10 Desember 2013 yang lalu.
Sebuah momen peringatan kematian tokoh terbesar sepanjang sejarah dunia modern. Di tengah guyuran hujan deras, 91 pemimpin dunia menyempatkan diri berkumpul bersama sekitar 95.000 rakyat Afsel di Soweto Stadium, Johannesburg, untuk mengenang jasa-jasa sang presiden kulit hitam pertama Afsel, tokoh perjuangan anti-apartheid sekaligus tokoh perdamaian peraih hadiah Nobel.
Kehadiran Amerika Serikat diwakili oleh Presiden Obama dan semua mantan Presiden AS yang masih hidup: Jimmy Carter, Bill Clinton dan George W. Bush. Inggris mengutus PM David Cameron, deputy PM Nick Clegg dan mantan PM John Major. PM Hollande dan mantan PM Sarkozy (Prancis), Sekjen PBB Ban Ki-moon, PM Tony Abbot (Australia), Presiden Mahmoud Hussain (Pakistan), Presiden Raul Castro (Cuba), Presiden Pranab Mukherjee dan Sonia Gandhi (India), sampai Wapres Li Yuanchao (China) terlihat ikut hadir di upacara tersebut. Sebagian didapuk memberikan tribute untuk Mandela di podium.
hal yang sangat ironis bahwa presiden SBY tidak bisa hadir. Alasan resminya, Presiden SBY harus menghadiri ASEAN-Japan Commemorative Summit di Tokyo pada hari Kamis tanggal 12 Desember 2013.
sayang sekali, ketika Ke-91 pemimpin dunia lainnya termasuk Obama, Ban Ki-moon, Cameron, hadir (pemimpin dunia setingkat mereka), sementara Presiden SBY tidak hadir ketika batik-nya bahkan dikenakan pada jenazah sang pemimpin kharismatik itu.
Padahal, sebagai contoh, PM Australia Tony Abbot yang ikut hadir di Johannesburg hari Selasa tersebut, sudah tiba kembali di Canberra pada hari Rabu sore, untuk mempersiapkan diri lahir batin dimaki-maki oposisi di parlemen soal rencana penutupan pabrik mobil nasional Holden.
Menkokesra Agung Laksono, dialah orangnya yang ditunjuk oleh SBY untuk mewakili.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar