Selasa, 24 Desember 2013

Sepak Bola dan Sejarah

Bapak Bangsa seperti Soekarno, Mohammad Hatta, Sutan Sjahrir, hingga Tan Malaka begitu menggilai sepak bola. Bagi mereka, sepak bola merupakan warisan bangsa yang harus dijaga karena mengandung seni serta pelbagai inspirasi untuk membangun negeri.

Sejak era 1930-an, Indonesia sudah merasakan pesta luar biasa dari sepak bola. Lihat saja ketika Indonesia menjadi satu-satunya tim Asia Tenggara yang pernah tampil di Piala Dunia 1938, meski kala itu masih dengan nama West Indies karena Nusantara masih dalam kekuasaan kolonial Belanda.

Selepas merdeka, Indonesia tetaplah merupakan macan Asia. Bahkan, Indonesia pernah menahan Rusia 0-0 di Olimpiade Melbourne, Australia, pada 1956. Itu sebuah partai dramatis dan bersejarah pun inspiratif, mengingat Rusia adalah tim raksasa di Eropa kala itu, dan akhirnya meraih medali emas.

Sederet nama-nama besar seperti Ramang, Maulwi Saelan, Sutjipto Suntoro, Ronny Paslah, Iswadi Idris, Ronny Pattinasarany, Hery Kiswanto, dan Ricky Yacobi adalah bukti bahwa Indonesia sempat masuk ke dalam pesta sepak bola di Asia Tenggara sejak 1950-an sampai awal 1990-an.

Pada 1988, misalnya, Indonesia masih bisa mencapai semifinal Asian Games di Seoul, Korea Selatan. Kemudian, pada 1991, Indonesia merebut medali emas SEA Games di Manila. Setelah itu, nir-gelar, hingga para talenta muda di skuad timnas U-19 melepaskan sedikit dahaga pada Piala AFF 2013 serta Kualifikasi Piala Asia 2014.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar