Kamis, 05 Desember 2013

Mandela, Negarawan Sejati

Seorang pria, yang dipenjara selama 27 tahun, memiliki masalah dengan paru sejak masih menjalani kehidupan penjara di Robben Island. Kisah hidupnya yang luar biasa dan selera humor yang unik telah menempatkannya dalam deretan pemimpin karismatik yang memikat kalangan global.  Nelson Mandela, meninggal pada usia 95 tahun, Kamis (5/12/2013) malam waktu setempat atau Jumat (6/12/2013) pagi waktu Indonesia.

Sempat dianggap sebagai teroris oleh Amerika Serikat dan Inggris atas dukungannya terhadap aksi kekerasan yang ditujukan kepada rezim apartheid, hari ini Mandela justru menjadi ikon moral yang nyaris tak mengundang cela dari mana pun.

Mandela adalah pemenang Nobel Perdamaian untuk perjuangannya di Afrika Selatan. Sebagai pemimpin Kongres Nasional Afrika (ANC), Mandela harus meringkuk di penjara selama 27 tahun dan baru bebas pada 1990.


Negosiasi dengan pemerintahan kulit putih mengantarkan Mandela menjadi Presiden Afrika Selatan melalui pemilu multirasial pertama di negara itu pada 1994.

Meski demikian, Mandela hanya menjadi presiden untuk satu periode.
Dengan kharisma dan kekuasaannya, beliau bisa menjadi Presiden berkali-kali karena karena konstitusi tidak mengatur itu. Namun, dia memilih menjadi Presiden sekali saja. Dia memikirkan pentingnya regenerasi dan tumbuhnya pemimpin-pemimpin baru. Seorang Mandela yang luar biasa.  namun begitu, sesudahnya dia menjadi negarawan, berkeliling memimpin kampanye melawan AIDS, dan akhirnya pensiun dari kegiatan publik pada 2004.
"Ketika ia keluar dari penjara, orang menemukan bahwa ia adalah semua hal yang mereka harapkan, dan (bahkan) melebihi (harapan itu)," ujar sesama peraih Nobel Perdamaian, Uskup Agung Desmond Tutu. "Ia adalah negarawan yang paling dikagumi dan dihormati di dunia dan salah satu manusia terbesar untuk berjalan di bumi ini,"

 
Mandela juga akan dikenang sebagai tokoh bangsa Afrika yang ikut mempromosikan batik, salah satu budaya khas yang dimiliki Indonesia. Seakan, rakyat Indonesia mengenang Nelson Mandela dan Batik sebagai dua hal yang tak terpisahkan.
Dalam kaitan promosi batik, Mandela jelas sangat berjasa. Dia memperkenalkan batik ke dunia. Mandela mencintai batik lebih dari orang Indonesia.

RIP Nelson Mandela 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar