Aku telah menikah!!!
Takdirku kini, bahwa suamiku
Adalah langit biru
Dan bumi ini maduku
Disinilah kami bertemu
Beradu peluh dan keluh
Untuk memujaMU
Wahai saudara
Para saujana
Datang bergegaslah kemari
Benih telah kutabur diantara desau angin
Air telah kusiramkan,
Kiriman suamiku, dan akan kubagi denganmu, pun dengan maduku
Agar tumbuh calon anak-anak kita, anak-anak kami
Anak-anak bumi, anak-anak penjuru mata angin
Detak jantungnya gagah, menyusup di sela akar rerumputan
Senyumnya mengembang pada fajar pertama
Di pangkuan dan dekapan ibunya
Maka, inilah aku, inilah hidupku
mengalun syahdu, mengisi jagad raya
Bukan lagi tentang daun kering yang lirihdan terhempas
Runtuh, melayang di udara lalu terkulai di rerumputan basah embun
Aku bukan lagi jiwa merana
Juga bukan lagi kesedihan hampa
Meski aku tetaplah aku
Buih di lautan, mengambang pada permukaan air
Tak berdaya seakan tak pernah ada
Maka, inilah aku kini
Inilah hidupku
Aku bernafas bebas di dalamnya
Jember. September 2013
Takdirku kini, bahwa suamiku
Adalah langit biru
Dan bumi ini maduku
Disinilah kami bertemu
Beradu peluh dan keluh
Untuk memujaMU
Wahai saudara
Para saujana
Datang bergegaslah kemari
Benih telah kutabur diantara desau angin
Air telah kusiramkan,
Kiriman suamiku, dan akan kubagi denganmu, pun dengan maduku
Agar tumbuh calon anak-anak kita, anak-anak kami
Anak-anak bumi, anak-anak penjuru mata angin
Detak jantungnya gagah, menyusup di sela akar rerumputan
Senyumnya mengembang pada fajar pertama
Di pangkuan dan dekapan ibunya
Maka, inilah aku, inilah hidupku
mengalun syahdu, mengisi jagad raya
Bukan lagi tentang daun kering yang lirihdan terhempas
Runtuh, melayang di udara lalu terkulai di rerumputan basah embun
Aku bukan lagi jiwa merana
Juga bukan lagi kesedihan hampa
Meski aku tetaplah aku
Buih di lautan, mengambang pada permukaan air
Tak berdaya seakan tak pernah ada
Maka, inilah aku kini
Inilah hidupku
Aku bernafas bebas di dalamnya
Jember. September 2013
Tidak ada komentar:
Posting Komentar