Selasa, 24 September 2013

Samuel Johnson, Sang Pujangga yang dikutuk

Dia mendeskripsikan dirinya sebagai "seorang pujangga yang dikutuk menjadi leksikografer".  Karyanya, Dictionary of the English Language, yang diterbitkan pada 1755, telah menetapkan standar leksikografi bahasa inggris yang bertahan lebih dari seratus tahun.  Buku itu adalah studi pertama yang populer dan menyeluruh terhadap bahasa Inggris dan  yang pertama menggunakan kutipan sastra untuk menggambarkan makna kata.  Samuel Johnson, penulisnya, telah menentukan titik awal bagi studi bahasa yang lebih ekstensif dan ilmiah.

Dictionary, yang muncul dalam dua volume pada April 1755, adalah puncak dari sembilan tahun komitmen Johnson bersama tim kecilnya.  Buku tersebut berisikan total 42.773 lema, didukung hampir 115.000 kutipan dari penulis seperti William Shakespeare, John Milton, John Dryden, dan Jonathan Swift.  Buku tersebut jugaberisikan tata bahasa resmi dan sejarah Inggris.  Walalupun pernah ada kamus yang terbit sebelumnya, belum pernah ada yang menyamai ketelitian dan pemahaman Johnson.  Lema untuk kata terja to take, misalnya, dapat mencapai 8.000 kata dengan 134 makna berbeda yang diidentifikasi Johnson.

Tujuan awal Johnsona dalah membuat penuntun bahasa Inggris tulis dan lisan yang mampu bertahan lama.  namun, sejalan dengan penulisa Dictionary, dia menyadari bahwa bahasa tidak pernah statis.  Meskipun begitu, pencapaiannya telah menetapkan standar bagi leksikografe
r di masa mendatang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar