Gayatri, pengawal cita-cita Kertanegara mewujudkan penyatuan Nusantara
Majapahit, simbol kebesaran Nusantara ada masanya. Bersatunya aneka latar masyarakat dan kebesaran yang tidak hanya dibangun satu dua hari, tetapi masa demi masa hingga akhirnya menjadi cikal bakl Indonesia.
Jejak Gayatri, putri keempat Raja Kertanegara (Raja Singosari)dalam meniti pemikiran ayahandanya untuk menyatukan negeri dalam wilayah kekuasaan. Membentuk pemerintahan adidaya.
Gayatri, tokoh kunci di balik terwujudnya nusantara. Ia adalah tokoh pembawa dan pengawal ide penyatuan Nusantara mulai dari ayahnya hingga ke Raden Wijaya sang suami, Jayanegara (anak tiri Gayatri), Tribuwana Tungga Dewi (anak Gayatri), memiliki Mahapatih Gajah Mada (yang bersumpah Palapa untuk menyatukan wilayah Majapahit, hingga era Hayam Wuruk (anak Tribuwana). Gayatri menjadi orang di balik layar yang menularkn pemahaman penyatuan Nusantra dari masa ke masa tersebut.
Majapahit mencapai masa keemasan pada masa pemerintahan Hayam Wuruk. Ia dibantu Mahapatih Gajah Mada secara bertahap berhasil menyatukan wilayah Majapahit, yang menjadi cikal bakal Nusantara. Kala itu, Majapahit juga membuka hubungan dengan sejulah negara seperti Kamboja, China, Vietnam< dan Burma. Masa keemasan tercipta bertahun-tahun setelah Gayatri berpulang.
Tepat 12 tahun setelah kematian Gayatri, Hayam Wuruk menggelar upacara Sradda. Upacara penghormatan mengenang leluhur, seperti Gayatri, atas jasa-jasanya mewujudkan kebesaran Majapahit. Masa awal Majapahit era 1200-an hingga zaman keemasan pada 1300-an.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar