Minggu, 29 Juni 2014

Perang Dunia I, sejajar dengan letusan krakatoa?

Perang ini mengubah wajah Eropa, pusat peradaban dunia di awal abad ke-20.  empat imperium utama yang sudah berusia ratusan tahun, yakni Kekaisaran Rusia, Kekaisaran Jerman, Kekaisaran Austria-Hongaria, dan Kesultanan ottoman, runtuh di akhir perang itu.  Sebagai gantinya negara-negara baru bermunculan di Eropa Timur. 
 .........

Semua buku sejarah di dunia akan menuliskan, pemicu Perang Dunia I adalah pembunuhan Archduke Franz Ferdinand, calon ahli waris takhta Kekaisaran Austria-Hongaria, di Sarajevo.  Insiden itu membuat Vienna menyatakan perang terhadap Serbia pda 28 Juli 1914.

Kekuatan utama di Eropa, yang saat itu tengah menguasai dunia hampir di segala bidang, bisa jatuh dalam salah satu konflik paling mematikan dalam sejarah manusia.

Gerd Krumeich, sejarawan dari Universitas Duesseldorf, Jeman, meyakini bahwa akar Perang Besar itu adalah rivalitas yang lahir dari ambisi imperialis negara-negara utama di Eropa.

Ambisi negara-negara terebut saling berbenturan dan pada gilirannya menciptakan ketakutan yang sama di antara mereka.

Secara umum, Eropa waktu itu dikuasai oleh enam kekuatan utama, yakni Inggris, Perancis, Jerman, Rusia, Austria-Hongaria dan Kesultanan Ottoman.
Peta kekuatan ini relatif tak berubah sejak abad ke-18 dan sebagian di antara mereka bahkan dipimpin oleh dinasti bangsawan yang sama.

Kaisar WIlhelm II dari Jerman, Raja George V dari Inggris, dan Tsar Nicholas II dari Rusia masih memiliki hubungan darah.  Kaisar Wilhelm dan Tsar Nicholas bahkan memanggil satu sama lain dengan panggilan akrab "Willly" dan "Nicky".

Pada awal abad ke-20, Eropa mengalami perubahan besar setelah revolusi industri mengubah masyarakat yang sebelumnya agraris.  Pertumbuhan ekonomi sangat pesat dan pada saat mereka bergantung satu sama lain secara ekonomi, kekuatan-kekuatan ini juga bersaing ketat berebut supremasi politik, militer, dan komersial.

Perubahan terutama terjadi di Jerman, yang tumbuh pesat menjadi kekuatan utama baru.  Jerman sangat berambisi membangun imperium kononial guna mengimbangi dinamisme ekonominya.  Namun, dalam mengejar ambisinya itu, Jerman membuat para tetangganya gelisah.
"Berlin menggelar perlombaan kekuatan angkatan laut yang membuat Inggris khawatir.  Jerman juga berkonflik dengan Perancis dalam perebutan wilayah di Afrika dan membantu membangun militer Kekaisaran Ottoman-musuh utama Rusia".

Perdamaian Eropa pun kemudian bergantung pada perimbangan kekuatan dua aliansi, Kekuatan Sentral (Jerman, Austria-Hongaria, Italia) dan Sekutu (Inggris, Perancis, Rusia).

Pada saat bersamaan, kekuatan dan pengaruh Ottoman di Eropa mulai menurun.  Hal itu dimanfaatkan Rusia dan Austria-Hongaria untukberebut pengaruh di kawasa Balkan.

Di tengah situasi itu, kelompok nasionalis Serbia mendapat dukungan dari Rsia untuk "membebaskan diri" dari pengaruh Austria-Hogaria.  Terbunuhnya Franz Ferdinand memicu serangkaian miskalkulasi di antara kekuatan utama ini.

Jerman mendorong Austria-Hongaria untuk bertindak keras terhadap Serbia dengan pertimbangan Inggris tak akan ikut campur.  Nmun, mobilisasi militer Austria-Hongaria terhadap Serbia membuat Rusia pun menyiagakan pasukannya.

Langkah Rusia ini membuat sekutunya, Perancis, melakukan hal yang sama.  Hal ini diterima Jerman sebagai alasan untuk memulai perang.

Jerman pun memutuskan untuk menyerang Perancis lebih dulu sebelum kemudian menghadapi Rusia di timur.  Kurang dari sepekan setelah Austria-Hongaria menyatakan perang terhadap Serbia, seluruh kekuatan utama di Eropa telah terlibat dalam perang.  Kisah dunia pun berubah.

Aliansi Kekuatan Sentral atau Triple Aliance, yakni Jerman, Austria-Hongaria, dan italia berhadapan dengan Sekutu alias Triple entente, yakni Inggris, Perancis, dan Rusia.

Belakangan, Italia berpindah haluan memihak Sekutu, Kelustanan Ottoman bergabung dengan Sentral, dan Amerika Serikat membantu Sekutu di akhir perang..

Konflik ini pada awalnya diperkirakan hanya akan berlangsung selama enam bulan, pecah menjadi perang besar yang melibatkan seluruh kekuatan utama di dunia saat itu.  Berbagai teknologi militer dan taktik perang baru diperkenalkan untuk pertama kali, termasuk senjat kimia, tank, dan pesawat tempur.

Lebih dari 10 juta tentara dan 7 juta warga sipil tewas dalam  perang yang berlangsung selama lebih dari empat tahun ini.  Sebanyak 20 juta orang lagi  menderita luka parah,  dan jutaan lagi lainnya dinyatakan hilang.  Konflik pun meluas tidak hanya di Eropa, tetapi hingga ke Timur Tengah dan sebagian Asia.

Dalam dunia kontemporer, memori tentang Perang Dunia I seolah tertutup oleh Perang Dunia II yang lebih besr skalanya, lebih dramatis, dan lebih sering diangkat oleh Hollywood.  Namun, dalam banyak hal, Perang Dunia I-lah yang telah memicu perubahan fundamental tatanan dunia, yang pada gilirannya membuahkan Perang Dunia II, Perang Dingin, dan bisa dibilang hampir semua konflik dan ketegangan geopolitik yang terjadi saat ini.

Perang ini mengubah wajah Eropa, pusat peradaban dunia di awal abad ke-20.  empat imperium utama yang sudah berusia ratusan tahun, yakni Kekaisaran Rusia, Kekaisaran Jerman, Kekaisaran Austria-Hongaria, dan Kesultanan ottoman, runtuh di akhir perang itu.  Sebagai gantinya negara-negara baru bermunculan di Eropa Timur.


bersambung

Tidak ada komentar:

Posting Komentar