10 April 2013
Dear Hilda,
untuk Hilda …
dulu, Aku tidak suka dengan
keberadaan sekutumu yang bernama Amerika Serikat itu, meski sejarah,
perjalanan panjang dan keangkuhan kalian berdua sangat mengagumkan dari
berbagai sudut pandang sejarah modern.
Sama seperti kebencianku
terhadap liberalism dan atau paham “serahkan semua kepada mekanisme
pasar”, swastanisasi yang kau lakukan bisa jadi alasanku untuk tidak
suka padamu.
Tapi toh kenyataannya, saat kudengar
kepergian abadimu, bulu kudukku merinding tanda berduka … Meski aku tak
kan melakukan perayaan seperti halnya pernah dilakukan oleh rekan
sejawatmu di partai konservatif, juga oleh korban liberalism, yang
sampai harus bentrok dengan petugas, hanya untuk merayakan kepergianmu,
tidak pula akan kuputar lagu apapun untukmu, agar sakit hati yang bisa
jadi kau rasakan gara-gara dat damn reggae, hip hop saat kau wafat yang
justru oleh pendemo itu dijadikan latar perayaan.
lalu, Kubuka kembali lembaran kenangan itu, sembari kubaca obituary dirimu, dan kuputar kembali dokumentasi tentangmu.
......
Tidak
akan pernah ada yang menyangka, seorang Margaret Hilda Robert, yang
lahir pada 13 Oktober 1925 di Grantham, Lincolnshire, sekitar
160kilometer utara London, anak perempuan cantik pemilik toko kelontong
ini tak hanya menjadi perempuan PM pertama di Inggris, tapi juga tokoh
perdamaian padaabad ke-20. Bersama Presiden AS Ronald Reagan, berperan
besar dalam mengakhiri Perang Dingin.
Margaret Hilda
Robert, yang oleh Perdana Menteri Inggrs David Cameron disebut sebagai
pemimpin “berhati singa”, yang memengingatkan pada gelar Raja Inggris,
Richard I (1189-1199). Raja inilah yang berperang melawan Saladin dalam
Perang Salib III. Perang dimulai tahun 1189 dalam usaha merebut kembali
Jerusalem..
Margaret Hilda Robert, berada dibarisan
para perdana menteri besar Ingris. Sebut saja William Earl Gladstone
(1809-1898) yang empat kali menjadi PM; Benjamin Disraeli (1804-1881)
yang menciptakan Partai Konservatif modern; David Loyd George
(1863-1945) yang menyelamatkan inggris dalam PD I; serta Sir Winston
Leonard Spencer Churchill (1874-1965) yang menyatukan bangsa Ingris dan
seluruh dunia untuk melawan Hitler.
Margaret Hilda
Roberts, yang disebut sebagai PM Inggris paling penting sejak PD II.
Yang oleh rakyat inggris disebut sebagai pembaru Inggris. Yang berhasil
meneylamatkan Inggirs ketika berjuluk “the sick man of Europe" tahun
70-an dengan program ekonomi besar, termasuk swastanisasi perusahaan
Negara,terinspirasi gagasan Friedrich Hayek dan Milton Fiedman sang
ekonom pasar bebas, mengenai minimalisasi peran pemerintah dan pemberian
keleluasaan pada swata serta perorangan untuk panggung ekonomi.
Margaret
Hilda Roberts, yang pada pidato di depan para pemimpin Eroa tahun 1979
menyatakan dengan tegas bahwa “tanpa kebebasan ekonomi, tidak ada
kebebasan politik yang sesungguhnya”
Terakhir, Hilda,
yang telah mengembalikan “Inggris raya” lagi setelah mengirim tentara ke
kepulauan Falkland untuk menghadapi Argentina,dan Hongkong diserahkan
kembali kepada China.
Hilda, politisi yang memiliki keteguhan hati, integritas, visi serta misi jelas, dan paham akan siapa dirinya …
Aku
akan sangat kehilanganmu, karena kini, yang kulihat …. Berserakan
politisi dan pemimin yang kurang belajar, tidak mengenal falsafah
bangsanya sendiri, dan miskin visi …..
Selamat jalan Hilda …
I’ll be missing you

Tidak ada komentar:
Posting Komentar