Minggu, 05 Mei 2013

Untuk Hilda ... mengenang seorang pemimpin yang sangat kaya visi

10 April 2013

Dear Hilda,


untuk Hilda …

dulu, Aku tidak suka dengan keberadaan sekutumu yang bernama Amerika Serikat itu, meski sejarah, perjalanan panjang dan keangkuhan kalian berdua sangat mengagumkan dari berbagai sudut pandang sejarah modern.
Sama seperti kebencianku terhadap liberalism dan atau paham “serahkan semua kepada mekanisme pasar”, swastanisasi yang kau lakukan bisa jadi alasanku untuk tidak suka padamu.

Tapi toh kenyataannya, saat kudengar kepergian abadimu, bulu kudukku merinding tanda berduka … Meski  aku tak kan melakukan perayaan seperti halnya pernah dilakukan oleh rekan sejawatmu di partai konservatif, juga oleh korban liberalism, yang sampai harus bentrok dengan petugas, hanya untuk merayakan kepergianmu, tidak pula akan kuputar lagu apapun untukmu, agar sakit hati yang bisa jadi kau rasakan gara-gara dat damn reggae, hip hop saat kau wafat yang justru oleh pendemo itu dijadikan latar perayaan.

lalu, Kubuka kembali lembaran kenangan itu, sembari kubaca obituary dirimu, dan kuputar kembali dokumentasi tentangmu.
......

Tidak akan pernah ada yang menyangka, seorang Margaret Hilda Robert, yang lahir pada 13 Oktober 1925 di Grantham, Lincolnshire, sekitar 160kilometer utara London, anak perempuan cantik pemilik toko kelontong ini tak hanya menjadi perempuan PM pertama di Inggris, tapi juga tokoh perdamaian padaabad ke-20.  Bersama Presiden AS Ronald Reagan, berperan besar dalam mengakhiri Perang Dingin.

Margaret Hilda Robert, yang oleh Perdana Menteri Inggrs David Cameron disebut sebagai pemimpin “berhati singa”, yang memengingatkan pada gelar Raja Inggris, Richard I (1189-1199). Raja inilah yang berperang melawan Saladin dalam Perang Salib III.  Perang dimulai tahun 1189 dalam usaha merebut kembali Jerusalem..

Margaret Hilda Robert, berada dibarisan para perdana menteri besar Ingris.  Sebut saja William Earl Gladstone (1809-1898) yang empat kali menjadi PM;  Benjamin Disraeli (1804-1881) yang menciptakan Partai Konservatif modern; David Loyd George (1863-1945) yang menyelamatkan inggris dalam PD I;  serta Sir Winston Leonard Spencer Churchill (1874-1965) yang menyatukan bangsa Ingris dan seluruh dunia untuk melawan Hitler.

Margaret Hilda Roberts, yang disebut sebagai PM Inggris paling penting sejak PD II.  Yang oleh rakyat inggris disebut sebagai pembaru Inggris. Yang berhasil meneylamatkan Inggirs ketika berjuluk  “the sick man of Europe"  tahun 70-an dengan program ekonomi besar, termasuk swastanisasi perusahaan Negara,terinspirasi gagasan Friedrich Hayek dan Milton Fiedman sang ekonom pasar bebas, mengenai minimalisasi peran pemerintah dan pemberian keleluasaan pada swata serta perorangan untuk panggung ekonomi.

Margaret Hilda Roberts, yang pada pidato di depan para pemimpin Eroa tahun 1979 menyatakan dengan tegas bahwa “tanpa kebebasan ekonomi, tidak ada kebebasan politik yang sesungguhnya”

Terakhir, Hilda, yang telah mengembalikan “Inggris raya” lagi setelah mengirim tentara ke kepulauan Falkland untuk menghadapi Argentina,dan Hongkong diserahkan kembali kepada China.

Hilda, politisi yang memiliki keteguhan hati, integritas, visi serta misi jelas, dan paham akan siapa dirinya …

Aku akan sangat kehilanganmu, karena kini, yang kulihat …. Berserakan politisi dan pemimin yang  kurang belajar, tidak mengenal falsafah bangsanya sendiri, dan miskin visi …..

Selamat jalan Hilda …

I’ll be missing you

Tidak ada komentar:

Posting Komentar