Minggu, 12 Mei 2013

Untuk dik Mimi, dari Mas Kardi


Pahamilah caraku Mencintaimu

Pada malam bintang berbaris awan
Bulan enggan berbentuk sempurna
Adalah keabstrakan yang tak terjamah
Boleh saja tak terasa apapun
Toh..entah harus dibilang apa

Adalah aneh terasa
Seperti bulan berbaris awan
Atau sesekali terasa sesak

Maklumlah….
Bukankah urat cinta itu terlihat
Mestinya hati tersimpuh

Pada malam gerimis berjarak dekat
Adalah malam sepi dan enggan bergerak
Keabstrakan entah apakah memang sulit terjangkau
Sebagaimana kalimat tak bisa tersusun jelas
Walau sebenarnya rindu masih terpampang
Toh..entah harus dibilang apa

Pada malam cinta mengurung rindu
Entah seperti apa keterkejutan hati
Entah kalimat apa harus diucap
Entah harus menatap bagaimana

Bukankah….
Detak cinta semakin terdengar
Dan setiap gerak terjaga
Hati tak lagi terasa nanar menatap bingkai, yang mestinya tak harus terlihat

Abstrak memang
Menjelaskan kesungguhan yang sebenarnya

Abstrak memang
Menempatkan bintang sejajar dengan bulan

Biarlah…
Toh cinta masih kuat melekat

seperti pasir dilaut.
Aku mencintaimu, sebenar benarnya cinta.
Semoga kau memahami caraku mencintaimu

Untuk dik Mimi dari mas Kardi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar