TANTANGAN DPS PILPRES
Mengurai carut marut DPT Pileg yang lalu, seperti mengurai rambut kusut berbulan-bulan tidak keramas dan kerjaannya tidur melulu he he he mbulet abis.
namun hikmah dari kejadian yang di satu sisi saling lempar tanggung jawab antara KPU dan Bapendukcapil, di sisi lain memang petugas pemutakhiran data pemilih yang tidak "the right man on the right place". bisik-bisik (meski tidak bisa dibuktikan, namun terlihat jelas) ada anggota pps/ kpps nyambi jadi p2dp (itung itung kalo bisa dikerjakan sendiri atau uang nya bisa diserap sendiri - kenapa tidak? - nayamul lah), nah, tambah ruwet kan? apalagi boro-boro minta maaf, disalahkan aja keluar celuritnya kok (mana tahaa..n)
Ada hikmah di balik kejadian, ini juga yang membuat (saat ini) panwas dan unsur yang lain (seperti kepolisian) me-warning siapapun untuk lebih berhati-hati dalam penyusunan DPS (yang berdasarkan pada DPT Pileg). mereka berjanji akan mengawal betul, dan mengajak masyarakat aktif memeriksa data yang terpampang di tempat-tempat umum di sekitar mereka.
Jadi, boleh lah menyatakan bahwa ada harapan pemilihan umum kali ini dapat berjalan lebih awas, kondusif dan hasilnya pun dapat lebih dipertanggungjawabkan.
lebih lanjut, kita berharap (mengutip Franz Magnis Suseno) politisi sekaligus negarawan.
Harapan terakhir, ini bukan sekedar catatan dari buku Utopia karangan Plato.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar