Minggu, 10 Mei 2009

PELINTIR SEJARAH?

Pelintir Sejarah?

DAlam buku Revolusi Agustus: Kesaksian Seorang Pelaku Sejarah, Soemarsoni, seorang pelaku sejarah dalam Peristiwa Madiun 1948 mengutarakan pengkajian peristiwa historis tertentu yang titik tolaknya adalah kesaksian seorang pelaku sejarah.

Menurut narasi resmi, apa yang terjadi di Madiun pada thaun 1948 disebut sebagai "pemberontakan". Pemberontakan dilakukan oleh partai Komunis Inndonesia melawan pemerintah pusat Rapublik Indonesia. Pemberontakan itu dilancarkan karena para anggota partai tersebut ingin "merebut kekuasaan" dengan cara mendirikan "negrara Soviet" di Madiun dan sekitarnya.

Masih menurut narasi resmi, tentara pemerintah bereaksi dengan bergerak cepat guna memadamkan pemberontakan. dalam waktu relatif singkat, pemberontakan dipadamkan dan pemimpin-pemimpinnya dihukum, mati.

paparan menurut narasi resmi tersebut ternyata sangat berbeda dengan apa yang dapat kita baca dari buku ini yang menekankan pada ingatan seoran pelaku sejarah atas apa-yang-terjadi.
ada dua argumentasi pokok yang muncul dari narasi soemarsono ini. pertama, peristiwa Madiun sama sekali bukan merupakan pemberontakan apalagi perebutan kekuasaan. apa yang terjadi di Madiun lebih merupakan reaksi saja atas provokasi-provokasi yang dilancarkan oleh kelompok-kelompok tertenty yang ia sebut sebagai bagian dari a"teror putih" yang sedang merajalela saat itu. teror putih sengaja dilancarkan dengan maksud untuk menggilas gerakan-gerakan kiri prorakyat, khususnya para pendukung Front Demokrasi Rakyat (FDR).

Kedua, Peristiwa Madiun lebih merupakan akibat daripada sebab. pangkal penyebab dari semua yang terjadi itu adalah apa yang disebut sebagai Red-Drive Proposal, sebuah dokumen rahasia berisi rencana yang disusun oleh para petinggi Peemerintahan Kabinet Hatta bersama wakil-wakil dari Amerika Serikat untuk menghabisi kekuatan kiri di Indonesia.

Di tengah ketegangan yang terjadi di Madiun, Panglima Besar Jenderal Soedirman empat mengirim seorang utusan khusus dari Yogyakarta guna menilik situasi di sana dan sesampai di Madiun memang didapatinya bahwa tidak ada pemberontakan. antara sang utusan dan soemarsono berlangsung percakapan dan relasi yang dsangat baik karena keduanya memang telah lama saling mengenal.

anehnya, sekembalinya dari maddiun ternyata utusan tersebut tidak memberi laporan yang sebenarnya kepada pihak yang mengutusnya. akibatnya pemerintah pusat di Yogyakarta memandang apa yang terjadi di Madiun sebagai sebuah perebutan kekuasaan danmemutuskan untuk menggunakan kekerasan guna menguasai kembali kota tersebut. nama utusan itu Letkol Soeharto.

meskipun telah dituduh merebut kekuasaan, para pemimpin di Madiun tetap ingin menunjukkan diri bahwa bagi mereka musuh utama bukan Pemerintah RI atau saudara sebangsa melainkan Belanda.

itulah sebabnya, ketika dikejar-kejar oleh tentara pemerintah mereka lari ke arah garis demarkasi dengan Belanda di Jawa Tengah bagian utara. maksudnya adalah untuk berperang melawan Belanda di sana. termasuk di antara para pemimpin itu adalah mantan Perdana Menteri Amir Syarifuddin. ironisnya, justru ketika sedang berada di garis depan dan menyiapkan diri untuk bertempur melawan Belanda itulah mereka ditangkap untuk kemudian di eksekusi tanpa melalui proses hukum.

NB: Jepang, yang di duga menganulir sejarah kekejamannya di negara-negara asia beralasan untuk melindungi generasi penerus agar tidak terbebani rasa malu dalam merajut masa depan. Akibatnya, di China para demonstran melempari hingga rusak parah gerai-gerai produk jepang dan menuntut agar Jepang menulis sejarah apa adanya.

NB: Vicky Zhao, artis-penyanyi-aktris terkenal (berperan dalam serial Kabut Cinta), sempat di Black List ketika dalam salah satu peragaan busana ia mengenakan gaun yang menggambarkan bendera korea.

NB: Pangeran Harry, putera Pangeran Charles dan Putri Diana, membuat kehebohan besar yang bermula dari saat ia mengenakan jaket dengan salah satu asesorisnya lambang Nazi. para demonstran menuntut ia minta maaf terhadap korban kamp konsentrasi. mereka juga keras menyerukan bahwa sebaiknya Harry membaca buku sejarah agar dapat menghargai perasaan orang lain.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar