
pernah gak sih Anda berpikir tentang pemikiran jaman baheula yang masih relevan saat ini?
Ronggowarsito, R. Ng. Ronggowarsito terlahir dengan nama kecil Bagus Burham pada tahun 1728 J atau 1802 M, putra dari RM. Ng. Pajangsworo. Kakeknya, R.T. Sastronagoro yang pertama kali menemukan satu jiwa yang teguh dan bakat
yang besar di balik kenakalan Burham kecil yang memang terkenal bengal. Sastronagoro kemudian mengambil inisiatif untuk mengirimnya nyantri ke Pesantren Gebang Tinatar di Ponorogo asuhan Kyai Kasan Besari.
SERAT KALATIDA
Sinom
1. Mangkya darajating praja
Kawuryan wus sunyaturi
Rurah pangrehing ukara
Karana tanpa palupi
Atilar silastuti
Sujana sarjana kelu
Kalulun kala tida
Tidhem tandhaning dumadi
Ardayengrat dene karoban rubeda
Keadaan negara waktu sekarang, sudah semakin merosot.
Situasi (keadaan tata negara) telah rusah, karena sudah tak ada yang dapat diikuti lagi.
Sudah banyak yang meninggalkan petuah-petuah/aturan-aturan lama.
Orang cerdik cendekiawan terbawa arus Kala Tidha (jaman yang penuh keragu-raguan).
Suasananya mencekam. Karena dunia penuh dengan kerepotan.
Sunan Kalijaga
Sunan Kalijaga diperkirakan lahir pada tahun 1450 dengan nama Raden Said. Dia adalah putra adipati Tuban yang bernama Tumenggung Wilatikta atau Raden Sahur. Nama lain Sunan Kalijaga antara lain Lokajaya, Syekh Malaya, Pangeran Tuban, dan Raden Abdurrahman. Berdasarkan satu versi masyarakat Cirebon, nama Kalijaga berasal dari Desa Kalijaga di Cirebon. Pada saat Sunan Kalijaga berdiam di sana, dia sering berendam di sungai (kali), atau jaga kali. karya fenomenalnya yang tetap eksis sampai saat ini:
Lir-ilir, lir ilir Tandure wis sumilir
Tak ijo royo-royo
Tak senggo penganten anyar
Bocah angon-bocah angon
Penekno blimbing kuwi
Lunyu-lunyu penekno
Kanggo mbasuh dodot iro 2x.
Dodot iro.. dotot iro….
Kumitir bedah ing pinggir
Dondomono jlumatono
Kanggo sebo mengko sore.
Mumpung padang rembulane
Mumpung jembar kalangane
Yo surak`o……….. Surak iyo
Dikutip dari Kompas:
ALAM PIKIR FEODAL DAN SIKAP PERMISIF
Dalam novel Imperium-nya Robert Harris, sosok pejabat korup macam Gaius Verres tak berkutid di hadapan Cicero. Lewat metafora yang sangat terkenal bahwa "ikan membusuk mulai dari kepala....", orator ulung dari Romawi ini bukan saja membuat Veres dan antek-anteknya tak berdaya, tetapi yang lebih penting adalah bangkitnya moralitas publik.
Ada banyak pelajaran yang bisa disimak dari sepenggal kisah perjuangan Marcul Tullius Cicero (106-43 SM) melawan korupsi serta pelanggaran moral dan etika kekuasan menjelang runtuhnya republik Romawi pada awal abad pertama Masehi. meski ruang dan waktu yang membentang begitu panjang, lebih dari 20 abad, ternyata struktur perilaku koruptif dan penyimpangan moralitas kekuasaan di pemerintahan masih tetap bertahan hingga hari ini. Tak terkecuali di Indonesia
Tidak ada komentar:
Posting Komentar