Minggu, 24 Mei 2009

KONFLIK





Hari Minggu, 24 Maret 2009
Fifi ikut diskusi bareng Forum Group Discussion, membahas tentang konflik berbasis masyarakat. Pembicaranya Prof Ayu Soetarto dan Drs Suseno.

Diskusi yang sangat menarik dan berkesan buat fifi....

Diskusi ini membahas tentang konflik di lihat dari berbagai sudut pandang, antara lain Budaya dan Politik.

Prof Ayu Soetarto sang budayawan mengetengahkan tentang konflik budaya dan budaya konflik serta politik konflik dan konflik politik. sebelumnya, beliau menjelaskan betapa senangnya menghadiri diskusi ini, berapapun jumlah pesertanya, karena semua gerakan besar di dunia berawal dari creative minority - bukan massa - . Massa hanyalah perkembangan dari mereka yang memiliki ide awal dari segelintir orang, contoh: Ernesto Guevara (Che Guevara), bahkan Soekarno pun menyebutkan: "beri Saya sepuluh orang ....., maka Saya akan mengubah dunia".

Mengenai konflik, Prof Ayu mengejawantahkan bahwa bangsa ini sejak dulu jika dirunut sejarahnya (contoh Maluku), manakala orang kristiani hendak mendirikan gereja maka orang muslim membantu dan begitu pula sebaliknya. Ketika pecah konflik, konflik budaya yang melahirkan budaya konflik bahkan sampai minum kopi pun harus melewati pintu berbeda.

Prof Ayu juga mencontohkan percakapan antara Khong Hu Cu dengan muridnya tentang sebuah negara (tentara, makanan, jiwa) jika harus dihilangkan maka (tentara, makanan, jiwa). Jiwa adalah yang sangat terakhir untuk dapat dihilangkan. Mengapa Jiwa?. India punya India Idol - sama dengan american idol - , namun tetap bercitarasakan India. Indonesia? Indonesian Idol = American Idol. Mengapa? karena tidak punya Jiwa Indonesia.

Jiwa, itulah yang diperlukan bangsa ini agar dapat merekonstruksi sebuah konflik menjadi sesuatu yang menguntungkan, yakni menjadi sebuah pembelajaran menuju masa depan.

Kita perlu waspada, begitu kata Prof Ayu, Malaysia saat ini telah mendatangkan guru-guru angklung dan bahan bakunya untuk diajarkan dan dikembangbiakkan di Malaysia. Maka, suatu saat mereka-lah yang akan lebih menguasai angklung dari pada kita yang disini berlaku kebarat-baratan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar