Berita dalam Jurnal Soka:
Pencanangan program nasional "Indonesia Menanam" di Kabupaten Jember, Jumat 28 November 2008 dipusatkan di Dusun Mojan, Kelurahan Bintoro Kecamatan Patrang Kabupaten Jember. Sedikitnya sepuluh ribu bibit sudah tersedia untuk ditanam di lahan seluas sekitar empat hektar. Selain sejumlah pejabat Pemkab Jember, juga hadir Kepala Taman Nasional Meru Betiri (TNMB), Heri Subagyono, Administratur Perum Perhutani KPH Jember, Taufik Setyadi dan Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Unit II Jawa Timur di Jember, Abdullah Efendi Abbas.
Ngobrol santai bersama dengan Ketua LSM Hamim (Hablum minal Am), Dainur (cak Dai) di Ruang Bicara Publik, Soka Radio, Sabtu 29 November 2008. Cak Dai mengakui bahwa baik kepada alam hukumnya wajib bagi setiap personal. artinya merupakan tanggung jawab masing-masing orang untuk berbuat baik kepada alam sebagaimana (secara islamologi) wajib hukumnya untuk berbuat baik kepada sesama manusia. Alam sudah banyak mengalah kepada manusia, cerminan ini jelas terlihat dimana setelah sekian lama terjadi pengrusakan alam, alam masih mau mengaliri lahan manusia dan memberinya minum serta kehidupan. kerusakan alam secara sistemik karena bukan hanya masyarakat namun juga para aparat turut serta didalamnya. Cak Dai menuturkan, perkebunan yang notabene peninggalan Belanda, mesikipun dirambah untuk ditanami kopi, Belanda menetapkan hutan cadangan sebagai support hara. Saat ini, hutan cadangan juga dirambah sehingga merusak struktur hutan. Timbulnya kesadaran masyarakat saat ini setelah terjadi sekian banyak bencana dan menelan korban sedemikian jumlah, masih jauh dari harapan untuk keselamatan kedepan. Penanaman kembali hutan bukan jawaban, dalam artian itu nggak penting. Manusia harus belajar dari alam, alam (hutan) dengan segala macam keanekaragaman hayati, terbentuk saling menopang, saling mengisi. Sementara penanaman hutan saat ini cenderung dengan komoditas yang sama tanpa mempertimbangkan komposisi, atau ditanami jenis tertentu (durian, petai dsb), sehingga tidak dapat mengembalikan fungsi hutan yang sesungguhnya.
Cak Dai mencontohkan, di Gunung Kidul yang telah sekian ratus tahun tandus saja masih dapat ditelusuri komoditas apa saja yang pernah hidup disana. Indonesia juga terlambat mempelajari hal yang telah lama dilakukan oleh Belanda yang membendung laut sehingga terhindar dari bahaya pasang laut (Nederland sendiri adalah tanah dibawah air/ lebih rendah dari laut).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar