Dibandingkan tahun lalu, kasus DB yang terjadi sampai Bulan Nopember, jauh menurun. Partisipasi masayarakat dalam pemberantasan sarang nyamuk multak diperlukan, agar kasus DB tidak kian meluas pada musim penghujan kali ini.
Kasus Demam Berdarah (DB) di Kabupaten Jember terus bergerak naik. Sampai pertengahan Bulan Nopember, sedikitnya sudah terjadi 13 kasus DB. Padahal pada Bulan Oktober, Dinas Kesehatan Pemkab Jember hanya mencatat sekitar 7 kasus saja. Dibandingkan tahun lalu, jumlah kasus DB pada bulan yang sama, jauh sekali menurun. Pada Bulan Nopember Tahun 2007, misalnya, sedikitnya tercatat 97 kasus DB. Sedangkan Bulan Oktober Tahun 2007, mencapai 52 kasus.
Humas Dinas Kesehatan Pemkab Jember, Yumarlies SH, Hari Rabu siang tadi menjelaskan, endemik DB masih di kawasan perkotaan, seperti Kecamatan Kaliwates dan Patrang. Lima kasus DB yang terjadi pada Bulan Oktober, semuanya terpusat di kawasan perkotaan. Tetapi di kawasan Jember Bagian Selatan, menurut Yumarlies, laporan kasus DB juga sudah mulai ramai, seperti di Kecamatan Umbulsari dan Gumukmas. Meskipun jauh menurun dibandingkan tahun lalu, namun Dinas Kesehatan Pemkab Jember terus mewaspdai kemungkinan meluasnya kasus DB. Apalagi, Yumarlies mengatakan, peningkatan kasus DB, dipastikan terjadi pada musim penghujan. Agar tidak meluas, Yumarlies menyatakan, partisipasi masyarakat, dalam pemberantasan srang nyamuk multak diperlukan. Upaya yang di kemas dalam Program Jumat Bersih ini, menurut Yumarlies, terbukti efektif menekan kasus DB selama Tahun 2008
Lukman Winarno Soka Radio
---
Meski tetap waspada, namun BSKDA Unit 2 Jawa Timur tidak terlalu khawatir kemungkinan terjadinya bencana tanah longsor. Selain diapit areal Perhutani dan Perkebunan, rata-rata kawasan BKSDA juga jauh dari pemukiman penduduk.
Meskipun masuk dalam kawasan rawan bencana, namun tidak membuat Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Unit II Jatim ketar-ketir selama musim penghujan. Selain jauh dari pemukiman penduduk, kawasan BKSDA juga dibatasi lahan milik perkebunan atau Perhutani. Sikap waspada terhadap kemungkinan terjadinya tanah longsor tetap dilakukan. Pernyataan ini disampaikan Kepala BKSDA Unit II Jatim di Jember, Abdullah Efendi Abbas, kepada sejumlah wartawan, Hari Rabu pagi tadi.
Abbas menceritakan, sejumlah kawasan BKSDA memang berpotensi ‘rusak’ akibat bencana alam. Tetapi dampaknya tidak terlalu mengkhawatirkan. Rata-rata, Abbas menjelaskan, kawasam BKSDA berada di atas, setelah areal Perhutani atau perkebunan. Selain itu, Abbas mengatakan, kawasan BSKDA juga jauh dari pemukiman penduduk. Selama terjadi longsor, Abbas menyatakan, dampak terhadap penduduk relatif kecil. Tetapi kemungkinan kerusakan alam selama musim penghujan, sangat mungkin terjadi. Pemulihannya, menurut Abbas, tetap dikembalikan kepada alam. Campur tangan petugas, Abbas menuturkan, diperlukan selama kerusakannya menyangkut tanaman. Upaya reboisasi, Abbas menegaskan, tidak boleh mengambil bibit dari luar, harus dari dalam kawasan BSKDA sendiri
Sikap ekstra waspada, Abbas menambahkanm justru dilakukan pada musim kemarau. Kebakaran hutan, menurut Abbas, adalah kemungkinan bencana yang harus diantisipasi petugas sejak dini.
Lukman Winarno Soka Radio
----
Nama Radio : Soka Radio
Frekuensi : 102,1 MHz
Badan Usaha : PT Radio Soka Adiswara
Alamat : Jl Cendrawasih 31 Jember
Tlp/Faks : (0331) 426868 (Hunting) / (0331) 422006 (Faks)
Jangkauan Siar:
Utara menjangkau Kabupaten Bondowoso
Timur menjangkau Kota Genteng-Kabupaten Banyuwangi
Selatan menjangkau Kota Puger-Kabupaten Jember (Samudera Indonesia)
Barat menjangkau Kabupaten Lumajang
Tidak ada komentar:
Posting Komentar