siapa sih yang tidak pernah merasa gemetaran, lutut rasanya hilang, keringat dingin dan bahkan mau pingsan saat harus menghadapi khalayak (pidato, berbicara di tengah seminar, baca puisi, bahkan angkat bicara saat rapat?).
Banyak buku dan artikel yang bahkan masuk kategori best seller, atau the most searched etc yang berisi solusi mengatasi rasa tidak pede? bahkan ada pula buku yang berjudul Kalau Bisa Pede Kenapa Malu?. Meski saya bertanya-tanya, apakah kalau sudah baca buku ini lalu bisa pede dan nggak malu? tapi tentu saja saya harus memasukkan buku ini dalam kategori "must have item" dan "must read on emergency room" :D
ya, coba kita tanya pada diri kita masing-masing, dan hanya berapa gelintir yang berani menyatakan, saya berani pidato dan memberi sambutan di depan Kepala Negara, Kepala Pemerintahan, dan kepala-kepala yang lain? Tulisan ini terinspirasikan dari menonton pidato Amanda Tatcher, cucu si Hilda sahabat saya di jaman TVRI dulu (saking seringnya muncul), yang memberikan sambutan saat upacar pemakaman sang nenek. mengingat Great Britain adalah salah satu magnet dunia, dengan sejarah panjang kolonialisme, juga kebanggaannya yang tidak mau mengubah mata uang pounsterling menjadi euro hanya gara gara bangga terhadap sejarahnya sebagai negara besar, maka sekian milyar mata orang sedunia pun tertuju pada pemakaman yang konon menghabiskan dana 148 milyar rupiah ini. Termasuk, ketika Amanda Tatcher berpidato di depan sang ratu, God Bless The Queen :D Tidak hanya melihat dari televisi, youtube, dan semacamnya, tapi juga bisa baca di yahoo, dan semacamnya juga. saya pun merasa "amaze" dengan kehadiran Amanda dan saudara lelakinya yang ... ehm ... cakep banget, cakep yang sangat tidak inggris itu
... Ya, Amanda, yang di yahoo ditulis Amanda Thatcher terbang berkilo-kilometer dari Amerika Serikat menuju London, Inggris, pada pekan lalu untuk menghadiri upacara pemakaman neneknya Margaret Thatcher, Rabu, 17 April 2013. Dalam prosesi pemakanan di Katedral St Paul, gadis berusia 19 tahun yang kini menempuh pendidikan di salah satu perguruan tinggi di Amerika Serikat ini mendapatkan kehormatan membacakan kata sambutan.
Menurut sejumlah laporan, Amanda menyampaikannya dengan tegas dan anggun. Sikap dia mengingatkan sejumlah orang pada sikap neneknya ketika menjadi Perdana Menteri Inggris. Dia juga mengutip ayat suci dalam Al Kitab. "Ekspresi wajahnya mirip neneknya," tulis harian Express, Jumat, 19 April 2013. Mengenakan untaian kalung mutiara, dengan busana hitam, topi hitam, dan bersepatu hitam hak tinggi, mahasiswi Texan College ini tampil dengan emosi yang terjaga sebelum kurang lebih 2.000 tetamu, yang terdiri atas Ratu Inggris, Perdana Menteri, utusan negara-negara asing, serta sejumlah televisi, hadir. Amanda juga membungkuk hormat dengan sempurna ketika memperkenalkan diri kepada Ratu usai memberikan sambutan.
Dame Mary Archer, istri bekas Ketua Partai Konservatif Lord Jeffrey Archer, mengatakan, "Saya rasa dia membacakannya begitu anggun dan dia memiliki aksen Atlantik yang bagus. Amanda adalah indah. Dia memberikan layanan yang pas." Amanda dan kakaknya, Michael, 24 tahun, adalah anak dari Sir Mark Thacher dengan pasangan istri pertama, Diane Beckett. Mereka tinggal di Dallas, Texas. Menurut pihak sekolah tempat Amanda menempuh pendidikan dasar, dia memiliki bakat olahraga, terutama di cabang atletik. Kedua bersaudara ini memutuskan memeluk agama sesuai dengan iman neneknya, yakni Kristen Avengelis.
Michael dan Amanda lahir di Amerika Serikat. Namun, masa kecil dua bersaudara ini banyak dihabiskan di Afrika Selatan. Mereka tinggal di sebuah rumah agung di Cape Town, tempat Michael bermain kriket, sedangkan Amanda menekuni latihan berkuda. Namun, setelah Mark ditahan pada 2004 karena keterlibatannya dalam kudeta di Guinea Ekuatorial, Dianne kembali ke Dallas bersama anak-anaknya. Pasangan suami istri, Mark dan Dianne, bercerai diawali dengan pertengkaran sengit. Selanjutnya, keduanya menikah lagi. Namun demikian, ayahnya tak boleh masuk ke Amerika Serikat lantaran pernah mendekam dalam bui terkait keterlibatannya di kudeta Guinea Ekuatorial.
Pada usia 12 tahun, Amanda dilaporkan menulis surat kepada Presiden Bush meminta Bush melakukan intervensi atas pelarangan tersebut. "Anda tahu bagaimana perasaan Anda tentang putri Anda," tulis Amanda. "Saya ingin ayah kembali ke Amerika." Surat ini kabarnya tidak mendapatkan balasan. Ratusan orang di jejaring sosial Twitter, menulis, "Dia tampil menawan dan sempurna di prosesi pemakaman." Nigel Evans, anggota parlemen dari Partai Konservatif, mengatakan, "Saya rasa dia sempurna, benar-benar sempurna. Dia tahu mata dunia tertuju kepadanya. Ketika dia berbicara dan memberikan sambutan, banyak orang menangis. Namun, dia tetap tampil dengan ketenangannya yang sempurna."
............... mungkinkah ini semua hanya karena turunan semata? atau karena amanda adalah seorang kulit putih, white supremacists, white caucasus, atau semacamnya yang seolah "arya" setelah era hitler? yang apartheid di africa (tempat amanda dibesarkan), sehingga dia sudah terbiasa memiliki hak previlege - yang kemudian - memunculkan kepedeannya?
menurut anda? turunan atau bentukan lingkungan?
coba bandingkan dengan ungkapan Kahlil Gibran soal keturunan berikut ini Anak Anakmu (Kahlil Gibran)
Anak-anakmu bukanlah anak-anakmu
Mereka adalah anak-anak kehidupan yang rindu akan dirinya sendiri
Mereka terlahir melalui engkau tapi bukan darimu
Meskipun mereka ada bersamamu tapi mereka bukan milikmu
Pada mereka engkau dapat memberikan cintamu, tapi bukan pikiranmu
Karena mereka memiliki ikiran mereka sendiri
Engkau bisa merumahkan tubuh-tubuh tapi bukan jiwa mereka,
Karena jiwa-jiwa itu tinggal di rumah hari esok, yang tak pernah dapat engkau kunjungi meskipun dalam mimpi
Engkau bisa menjadi seperti mereka, tapi jangan coba menjadikan mereka sepertimu
Karena hidup tidak berjalan mundur dan tidak pula berada di masa lalu
Engkau adalah busur-busur tempat anak-anakmu menjadi anak-anak panah yang hidup diluncurkan
Sang pemanah telah membidik arah keabadian, dan ia meregangkanmu dengan kekuatannya sehingga anak-anak panah itu dapat meluncur dengan cepat dan jauh
Jadikanlah tarikan tangan sang pemanah itu sebagai kegembiraan
Sebab ketika ia mencintai anak-anak panah yang terbang, maka ia juga mencintai busur yang telah diluncurkannya dengan sepenuh kekuatan.
in spite of those, I am still in love with your grandma, not you Amanda :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar