Jika benar ini cinta,
maka puaskanlah rindu, legakan dahaga
seakan di telaga kering
yang tersisa hanya jelaga, dan bebatuan membisu
dedaunan lirih, kerontang tiada tertahan
apda senyummu, sempat tertahan ragu
larik rindu tak berirama, sontak hadir disini
biarlah sepi
biarlah sunyi
sejenak memelukku dalam diam
luruh di tepian asa
sayup di hela angin
tak pernah sampai di gemuruh asaku
dan kuasamu
jadi satu
hanya diam membisu
genangannya tertinggal di sisi hati
lembarannya pun masih utuh dan berdebu
pada buaian merapuh
masihkah seperti itu?
akankah selalu begitu?
kau, aku
kita mengira bahwa kita lah yang tahu
ya, selalu begitu
........
Tidak ada komentar:
Posting Komentar