Rabu, 14 Oktober 2009
PERJUANGAN KEMERDEKAAN DI JEMBER (1942 - 1949)
BAGIAN I
Perang Dunia II tidak dapat dipungkiri memberi dampak secara luar biasa di tingkat global. tidak luput dari dampak di tingkat global atau mendunia tersebut adalah kondisi internal politik di Indonesia. Indonesia mengalami kondisi yang parah, karena Indonesia menjadi limbah politik dari pertarungan tersebut.
kolonisasi dengan segala bentuk akibat yang ditimbulkan merupakan sesuatu yang tidak dapat ditolak. akibat yang terparah adalah tertindasnya dimensi kemanusiaan rakyat Indoensia. Rakyat Indonesia mengalami kemunduran yang luar biasa dan bersifat multidimensional. akibat yang lain yang tidak kalah parahnya adalah terhambatnya proses pembentukan eksistensi negara ini sebagai negara yang merdeka dan berdaulat.
di Indonesia secar lebih khusus dapat dilihat terjadi pertarungan yang besar antara kelompok sekutu dan Jepang. anggota sekutu yang berckol lama di bumi nusantara ini adalah Belanda. secara habis-habisan Belanda melakukan praktek kolonisasi dengan berbagai macam bentuknyadari kerja paksa sampai eksploitasi sumber daya alam yang dimiliki nusantara ini.
setidaknya kolonisasi itu dilakukan oleh Belanda pada tahun 1602, ketika Belanda mendirikan VPC di Batavia. Sebuah kampium ekonomi yang awalnya ditujukan utnuk melakukan perdagangan, akan tetapi pada akhirnya berkembang untuk melakukan praktik kolonisasi territorial. kondisi ini berkembang terus sampai 1942. pada tahun 1942 inilah Belanda menyingkir dari bumi nusantara ini, setelah Jepang masuk Indonesia tepatnya pada tanggal 8 Maret 1942 (diambil dari atau dikutip dari atatan Pak Sadiran, seorang pejuang republik yangg pernah terlibat aktif di PETA. Pak Sadiran sampai sekarang masih tinggal di Jember).
InInilah sebuah fakta yang dengan dal8iha bagaimanapun tetap harus dikemukakan bahwa kolonial dan kolonialisme selalu memberi dampak yang terparah bagi subjek yang terjajah dan tertindas (Gandhi: 2001). subjek yang tertindas dan terjajah selalu sajah mengalami bentuk tindakan kekerasan dengan segala macam bentuknya. dalam kondisi demikian, bukan menjadi sesuatu yang mustahil untuk dilakukan bahwa subhek tertindas tersebut akhirnya melakukan perlawanan.
perlawanan inilah oleh kaum pejuang Indonesia diterjmahkan sebagai bentuk perjuangan yang dapat bernilai tidak semata-mata territorial dan ideologis. akan tetapi, lebih jauh dapat diterjemahkan dalam kerangka teologis: yakni, perjuangan itu diberi nilai ketuhanan. dalam konteks inilah, jihad dengan berbagai macam bentuknya mendapatkan daya relevansinya. Seperti yang dikemukakan pak Tarwi (seorang saksi dan sekaligus pelaku perjuangan. sekarang tinggal di Mayang dan aktif di DHC 45 Mayang, Kabupaten Jember). Pak tarwi menyatakan bahwa orang semula tidak berani pun dapat menjadi berani karena jihad itu. dan, tidak ada pahala bagi orang yang bejihad di jalan Allah, kecuali surga.
dalam kerangka demikian itulah para kyai dan pejuang di Indonesia dengan semangat berkobar berani melakukan perlawanan terhadap pik\hak kolonial. dan, tidak ada satu kekuatanapapun yang dapat menghalangi perjuangan tersebut. terdapat bentuk eksatuan nilai yang cukup signifikan yang dialami oleh para pejuanang. para pejuang berhasil menyatukan dua konsep nilai; yakni, nilai kebangsaan, sebuah nilai yang membutuhkan kemerdekaan dan nilai ketuhanan sebagai pengejawantahan amanat ketuhanan. bumi nusantara ini adalah amanat Tuhan yang perlu dijaga dan disyukuri keberadaannya.
sikap para pejuang tersebut, di mata pihak kolonial tentunya menimbulkan kemarahan. pihak kolonial mencap para pejuang tersebut sebagai teroris dan lain sebagainya. Piliang (2004) mengemukakan bahwa dalam kondisi tertentu sebuat kekuatan kolonial seringkali membuat klaim politik terorisme terhadap para kelom[pok perlawanannya. terorisme merupakan bentuk citraan politik yang diharapkan dapat menimbulkan efek kooptatif bagi pihak yang dituduh sebagai pihak teroris. termasuk juga Belanda dan Jepang.
bersambung
DISARIKAN DARI SEBUAH PENELITIAN BERJUDUL "STUDI TERHADAP PERAN DAN NILAI KEPAHLAWANAN KABUPATEN JEMBER" YANG MERUPAKAN REALISASI PROGRAM PENELITIAN KERJASAMA BAPPEKAB JEMBER DENGAN UNIVERSITAS ISLAM JEMBER YANG DITULIS OLEH Drs H AFTHON ILMAN HUDA M.H., Drs aCHMAD TAUFIQ Msi DAN SAMANHUDI Sag. Msi
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar