Jumat, 16 Oktober 2009

AGRESI I DAN II

Pada waktu Agresi I yang terjadi pada tanggal 20 Juli 1974 (dari catatan pak Sadiran, seroang pejuang lokal di Jember menyatakan bahwa Agresi Belanda I terjadi pada tanggal 21 Juli 1947), Belanda pun sudah masuk sampai ke Jember. Hal ini dibuktikan dengan tditangkapnya dr. Soebandi, ketika dr. Soebandi menolong seroang prajurit yang terkena tembak Belanda. Dr Soebandi beraksud megnoperasi prajurit tersebut, akan tetapi malah ditangkap oleh Belanda. Sebagai akibatnya, dr. Soebandi mendapatkan tahanan kota.

Peristiwa itu membuktikan bahwa terjadi operasi militer oleh Belanda secara cepat dan terorganisasi; sehingga pada masa terjadinya Agresi Militer I sudah menduduki Jember. Jember dipandang strategis, bahkan mungkin pusat kolonisasi untuk daerah Besuki dan sekitarnya.

Hal demikian ini terus berjalan sampai terjadinya Agresi Belanda II atau Aksi polisional II, yang dilancarkan pada tanggal 18 Desember 1948. Dampak aksi polisional Belanda II inilah tercatat banyak pejuang Jember yang tewas, diantarannya.

Pertama, Letkol. Moh Sroedji dan Letkol dr. Soebandi yang tewas pada saat terjadi pertempuran di Kedawung. Letkol dr. Soebandi tewas ditembak Belanda karena salah mengambil jalan untuk menyelamatkan diri. Sementara Letkol. Moh Sroedji tewas setelah disiksa oleh Belanda.

Menurut penuturabn KH. KH Ahmad Murshyid (seorang pejuang yang menolong jenazah Letkol Moh. Sroedji. sekarang tinggal di Jember. waancara tanggal 13 Oktober 2006). letkol Moh. Sroedji wajahnya hancur, bahkan tulang wajahnya pun remuk, seperti terkena ppukulan benda keras.
Kedua, Pak Burah, yang meninggal dan di bakar oleh Belanda di Jatian (Mayang). dibakarnya tubuh/ jenazah pak Burah tersebut setelah Pak Burah ditembak mati, setelah usai dari masjid. Menurut penuturan Pak Tarwi, meskipun Pak Burah sudah mati, Pak Burah masih ditakuti, karena banyak anggapan Pak Burah dengan kesaktiannya masih dpat hidup lagi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar