Rabu, 14 Oktober 2009

PEMBENTUKAN PETA DI KABUPATEN JEMBER

MASA-MASA PEMBENTUKAN PETA DI JEMBER

Pare pejuang kemerdekaan di Jember, pada awalnya sebagian besri menyambut dengan baik dan senang atas kedatangan Jepang. Jepang yang yang mengaku sebagai saudara tua tersebut mencoba menghibur rakyat Indoensia dngan janji akan memberian kemerdekaan bagi negeri ini.

salah satu upaya untukmempersiapkan kemerdekan itu adalah perlunya dibentuk sebuah pasuka yang disebut Pembela Tanah Air yang disingkat PETA. PETA ini dibentuk pada tangagl 27 Desember 1943. padahal sebenarnya, Jepang telah menbentuk pasukan PETA tersebut dimaksudkan sebagai persiapan perang untuk menghadapi sekutu.

meskipun demikian, banyak penjuang di Indonesia yang terlibat dalam PETA. di Jember misalnya, dr Soebandi masuk PETA dengan pangkat Eise Syodancho di DAidan Lumajang (dokter tentara). seperti halnya dr. Soebandi inilah pejuang yang lain Letkol Moh Sroedji dan para pejuang yang tergabung dalam organisasi perjuangan rakyat, misalnya Hizbullah juga sudah mulai melakukan perisapan. Di Jember dapat disebut Bapak Sulthon fajar, KH Dzafir Salam, KH Ahmad Mursyid dan lain-lain. Dapat disebut masa - masa ini merupakan jejak awal perjuangan rakyat di Jember.

Selanjutnya PETA itu sendiri tidak berumur lama ( hanya sekitar dua tahun), karena setelah jepang kalah dan menyerah pada sekutu, dengan tragedi Hiroshima dan Nagasaki, Jepang menyerah. kalahnya Jepang tersebut berakibat pada dibubarkannya pula PETA, yaitu pada tanggal 19 Agustus 1945 Selanjutnya, bermetamorfosa menjadi Resimen 40 Damarwulan. sementara, organisasi perjuangan rakyat seperti Hizbullah tetap eksis

Masa-masa pada tahun 1945 dapat dikatakan amsa yang sangat heroik. sebuah fase perjuangan dengan gegap gempitanya menggelorakan pekik kemerdekaan. seluruh rakyat Indonesia terlibat emotif, memekikkan kemerdekaan. pekik itu merupakan wujud syukur sekaligus haru. tidak ada yang tersisa dan tidak ada yang berharga kecuali kemerdekaan.

Di Jember sendir pada tahun 1945, juga terlibat secara emotif dan aktif dalam perjuanga kemerdekaan. seeprti yang dikemukakan pak Tarwi "bahkan banyak yang menangis saat itu, jka tidak ikut berjuang untuk dikirim ke Suraaya untuk bergabung ke Surabaya". perlu dikemukakan pada masa ini jember banyak dimintai dukungan berupa pengiriman pasukan utnuk bergabung dengan Bugn Tomo di Surabaya.

Berita Proklamasi 17 Agustus 1945 mendapat reaksi keras Kenpetai Jepang yang melalui harian Soara Asia mengeluarkan pengumuman peringatan keras agar penduduk dan orang -orang Belanda di Indonesia tetap jangan mengganggu kemanan, jangan menyiarkan kabar bohong sehinggamembikin kalut penduduk dan jangan berting sombong dan menghina (catatan lashkar Hzbullah, KH Hasyim Latief, hal 46, Lajnah Ta'lif Wan Nsyr PBNU).

Sesungguhnya Jepang di Indonesia berada pada posisi dilematis, karena Jepang sudah menyerah tanggal 10 Agustus 1945 pada fihak sekutu akibat kalah perang dalam perang asia timur raya shingga harus melakukan penyerahan daerah kekuasaan jajahannya pada Belanda, teapi pada sisi lain Jepang secara diam-diam mendukung kemerdekaan Indonwsia sehingg proses pengambilan kekuasaan dari tangan Jepang oleh para pejuang relatif mudah dan tanpa kekeransan.
proklamasi dapat didengarkan secara luas oleh seluruh rakyat Indonesia termasuk jember karena peran radio yang selslu menyairkan. reaksi gembira melalui teriakan "merdeka" terjadi satu da saja dengan nada ketakutan. maklumlah karena masih banyak Tentara Jepagn yang ada di Jember. tapi, pada tanggal 20 Agustus 1945 di rumah tingkkat Ping Loen (sebelah selatan Masjid Jami') daerah ambulu berkibar dua bendera yaitu mmerah putih dan cina nasionalis.

ditanya oleh Sulthan tentang pengibaran bendera tersebut, lalu dijawab tegas: saya dengarkan dari radio dan berita dari jember. bahw atentara jepang menyerah pada sekutu dan Indonesia merdeka. orang Indonesia bakal senang. untuk merayakan kemenangan sekutu (maksudnya front ABCD yaitu Amerika Serikat, Belanda, Cina nasionalis dan Denmark) maka pelu mengibarkan bendera Merah Putih dan Bendera Kebangsaan cina.

setelah diberi panjelasan bahwa sebaiknya bendera Merah Putih saja yang berkibar, kemudian diturunkan bendera cina nasionalis.

Peristiwa berkibarnya Merah Putih cepat tersiar di kecamatan Ambulu, sehingga menjadi opini rakyat saat itu. mereka bingung dengan situasi sudah Proklamasi tersebut mau melakukan apa, kecuali bergerombol di sana sini sambil membicarakan situasi.

ternyata pada tanggal 20 Agustus 1945 dikta Jember sudah banyak berkibar bendera Merah Putih dimana-mana dan plakat-plakat yang tertulis "Merdeka, Indonesia Merdeka, Merdeka atau Mati", menyematkan lencana merah putih di baju atau pecinya, pengambil-alihan kantor pemerintah, Bank, prusahaan dll ditempeli plakat "milik Republik" dan beberapa pejabat pemerintah yang pro Jepang dieksekusi rakyat tanpa proses pengadilan.

setelah pekik kemerdekaan itu dikumandangkan tidak selang lama di Surabaya, Inggris datang yang dipimpin oleh Jenderal Mallaby. Jendral Mallaby sendiri terbukti tewas pada saat perang 10 Nopember di Surabaya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar