Selasa, 10 September 2013

Gabrielle

Gabrielle,

Ketika fajar belum lagi terjelang,
Dalam remang membayang menuju petang
Luruhku di tepian asa
Di riak buih samudera
Tak lagi rasa berdiam dalam sukma

Yang ada, hanyalah diri
Menantimu di perbatasan malam sepi
Andai saja dapat kau temui diri ini
Boleh rengkuhlah aku
Luruh dalam dekapanmu

Meski usapan tanganmu hampa
Setidaknya kau hampir disini, tiba pada waktunya

Temaniku hingga asa
Hanyalah sekeping bagian tiada arti

Jumat, 06 September 2013

MENIKAH!!

Aku telah menikah!!!
Takdirku kini, bahwa suamiku
Adalah langit biru
Dan bumi ini maduku
Disinilah kami bertemu
Beradu peluh dan keluh
Untuk memujaMU

Wahai saudara
Para saujana
Datang bergegaslah kemari
Benih telah kutabur diantara desau angin
Air telah kusiramkan,
Kiriman suamiku, dan akan kubagi denganmu, pun dengan maduku
Agar tumbuh calon anak-anak kita, anak-anak kami
Anak-anak bumi, anak-anak penjuru mata angin

Detak jantungnya gagah, menyusup di sela  akar rerumputan
Senyumnya mengembang pada fajar pertama
Di pangkuan dan dekapan ibunya

Maka, inilah aku, inilah hidupku
mengalun syahdu, mengisi jagad raya

Bukan lagi tentang daun kering yang lirihdan terhempas
Runtuh, melayang di udara lalu terkulai di rerumputan basah embun

Aku bukan lagi jiwa merana
Juga bukan lagi kesedihan hampa

Meski aku tetaplah aku
Buih di lautan, mengambang pada permukaan air
Tak berdaya seakan tak pernah ada

Maka, inilah aku kini
Inilah hidupku

Aku bernafas bebas di dalamnya

Jember. September 2013