Selasa, 16 Oktober 2012
Taken
Aku menyimpan semuanya di dasar hati
letupan kecilnya pernah kuungkap, dalam hiasan kata bermakna dalam
Meski AbStrak, layaknya inferno milik DanTe
atau monolith GusTaV ViGeLanD
yang seluruh permukaannya terdiri dari bentuk massal manusia
bentuk massal manusia yang menggeliat, saling terjalin,
terjerat, merekat
coba gambarkan lingkaran abadi manusia
yang terkadang terasa menjijikkan
laksana selaksa kuburan massal
....
ya, kau tidak akan pernah bisa menyentuhnya
karena bahkan dibawah langit bertabur pintangpun
aku, kamu, kita, bisa sangat terperangkap dalam gelap
..
bahkan di bawah bukit bersalju pun
sebenarnya terdapat tempat dimana flora lapuk berakumulasi,
berkelindan menjadi gambut
membentang pada titik titik muasal api abadi
beberapa diantaranya menyala berabad abad
tepat di bawah hamparan salju
salju yang aku, kamu, kita lihat begitu kokoh
...
disana,
diantara tumpukan lembah gambut
tak kan busuk rasa
yang terpendam sekian lama,
di lahan gambut kilometer hampir-nol oksigen itu
tak membusukkan raga sekian lama
karena memang rasa itu ada di raga
ada disini
dalam ragaku
mengalir dalam aliran darahku
....
aku,kamu, selalu, seperti itu
*seperti juga di lahan gambut manapun di seluruh dunia yang bersalju,
ia bisa terbakar, meledak, menyalakan api abadi
jika disulut oleh obor yang tepat
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Salam kenal juga dari saya :) terima kasih banyak atas komentarnya :)
BalasHapus