Tahukah Anda? kota metropolitan pertama? jawabannya adalah Mesopotamia, Irak kini.
Ya, Irak, negeri yang memiliki sejarah panjang: sejarah peradaban manusia.
Mesopotamia adalah wilayah ynang terletak di antara Sungai Eufrat dan Tigris. Banyak cerita dari esopotamia muncul. Dunia barat menyebut Mesopotamia adalah salah satu palungan peradaban Dunia. Di wilayah ini, dahulu kala berdiri kerajaan besar Sumeria, Akkadia, Babilonia, dan Assiria.
Sejarah menceritakan kepada kita, orang-orang Sumeria dan Akkadia (termasuk Assiria dan Babilonia) mendominasi Mesopotamia sejak awal sejarah tulis-menulis (kira-kira 3100 SM) hhingga jatuhnya Kerajaan Babilonia pada tahun 539 SM. sebelum Babilonia berdiri, di wilayah utara berdirilah Kerajaan Assiria. Ada yang menulis kerajaan itu hidup mulai tahun 2.500 SM hhingga 605 SM. Daerah kekuasaan Assiria mencakup wilayah Suriah bagian timur laut dan Turki tenggara saat ini.
Zaman Assiria dan BAbilonia, memang sudah jauh berlalu. Namun, cerita tentang Assiria itu muncul kembali ketika Minggu, 12 April 23015 diberitakan kelompok bersenjata NIIS menghancurkan ibu kota kedua Assiria, yakni Imrud yang juga disebut Kalhu atau Kalah. Imrud didirikan pada abad ke-13 SM di zaman Ashurnasirpal (ada yang menyebut Raja Shalamansar I sebagai pendiri Imrud, yang meninggal pada tahun 1245 SM) menjadi raja Assiria.
Hingga sebelum 5 Maret 2015, Imrud yang terletak 30 kilometer selatan Mosul (Mosul terletak sekitar 400 km sebelah utara |Baghdad) amsih utuh. Kota tua itu memendam banyak cerita, cattnan dan bukti peradaban manusia zaman dulu. di kota seluas 8 kilometer persegi yang dikelilingi tembok lumpur itu, ada museum yang menyimpan barang-barang kuno, patung, relief, dan arterak-artefak lainnya yang tidak bisa dinilai dengan uang.
Namun, entah mengapa NIIS menghancurkan semua itu. Dalam video berdurasi 1 menit 28 detik, tergambar betapa dahsyatnya penghancuran kota kuno dengan seluruh peninggalan peradaban manusia itu. Mereka menggulingkan bongkah-bongkah panel batu relief, menghancurkan patung-patung kuno, dan akhirnya meledakkan kota yang mengguakan nama tokoh pemburu dan pahlawan kuno: Nimrud. dan, ratalah dengan tanah rimrud serta hanya meninggalkan debu yang menjulang ke langit dan reruntuhan batu-batu.
Bagaimana bisa manusia menhancurkan peradaban manusia. BUkankah, peradaban itu memicu manusia untuk tak henti-hentinya mengupayakan kemajuan. Tetapi kini manusia menghapus jejaknya sendiri untuk cita-cita yang utopis. Kini, orang hanya bisa mengenal Nimrud lewat tulisan, foto dan film karena warisan budaya itu tiada, menyusul situs-situs budaya lainnya yang telah dihancurkan NIIS.
(Semoga Kau tak tuli, Tuhan)
Selasa, 14 April 2015
Kamis, 09 April 2015
Gula dan kereta api di Klaten hingga Yogyakarta
Menurut catatan Vincent JH Houben dalam buku Spoor Masa Kolonial, pada 1863 terdapat pabrik gula di sragen (22 pabrik), Boyolali (11 pabrik), Klaten (9 Pabrik), dan Kartasura (4 pabrik). Produksi gula terbanyak di Klaten. Pada 1863 diproduksi 40.239 pikul gula di Klaten.
Sistem tanam paksa pada 1830 - 1870 menyebabkan komoditas bernilai ekonomis, seperti tebu, banyak diproduksi. Tetapi tanam paksa tidak diterapkan di wilayah milik Kerajaan Kasunanan dan Mangkunegaran di Solo. Banyak pemodal menyewa tanah di wilayah itu untuk menanam tebu karena tanahnya subur.
Tanah tersebut di namai wilayah vorstenlanded, yaitu tanahyang tidak boleh dikenai sistem tanam paksa. Tanah di kedua wilayah kerajaan tersebut memiliki tingkat kesuburan yang lebih baik dibandingkan dengan wilayah di sekitarnya. Para pemilik modal Belanda akhirnya menyewa lahan-lahan itu untuk perkebunan-eprkebunan. Salah satunya perkebunan tebu.
Komoditas tebu paling mencolok tingkat produksinya. Di wilayah Surakarta, pada 1863, ada 46 pabrik gula tersebar di Sragen, Boyolali, Klaten, dan Kartasura. Jalur kereta api menyusul kemudian. Pada 1867, jalur kereta mulai dibangun dari Semarang menuju Tanggung, Purwodadi.
Jalur kerta api itu dilanjutkan hingga Solo dan selesai pada 1870. Pembangunan jalur kereta dilanjutkan hingga Klaten dan selesai tahun 1871. Lalu, berlanjut dari Klaten hingga Yogyakarta yang selesai pada tahun 1887.
Kehadiran moda transportasi kereta memberikan keuntungan besar bagi para pengusaha pabrik gula. Adanya kerta api mempercepa pengiriman gula ke pelabuhan ekspor di semarang. pengiriman gula juga menjadi lebih efisien.
Para pemilik modal perkebunan itu pula yang menghendaki diperluasnya jaringan rel kereta api, termasuk pembangunan jarlur tem untuk pengangkutan tebu ke pabrik-pabrik.
Begitu pula ketika pabrik-pabrik gula itu membutuhkan batu kapur untuk proses peroduksinya. Para pemodal menginginkan supaya dibuka jaringan baru rel kereta api yang bisa mengangkut batu kapur dengan lebih efektif.
Pemenuhan batu kapur untuk pabrik-pabrik gula di wilayah vorstenlanden surakarta di datangkan dari wilayah wonogiri. Baru pada 1922 dibangun jalur rel kereta api sepanjang 32 kilometer dari stasiun solokota hingga stasiun wonogiri. eksploitasi batu kapur di daerah wonogiri dilanjutkan ke arah selatan. Maka, pada tahun berikutnya, 1923, dibangun jalur rel dari stasiun wonogiri sampai stasiun baturetno sepanjang 19 kilometer.
Sistem tanam paksa pada 1830 - 1870 menyebabkan komoditas bernilai ekonomis, seperti tebu, banyak diproduksi. Tetapi tanam paksa tidak diterapkan di wilayah milik Kerajaan Kasunanan dan Mangkunegaran di Solo. Banyak pemodal menyewa tanah di wilayah itu untuk menanam tebu karena tanahnya subur.
Tanah tersebut di namai wilayah vorstenlanded, yaitu tanahyang tidak boleh dikenai sistem tanam paksa. Tanah di kedua wilayah kerajaan tersebut memiliki tingkat kesuburan yang lebih baik dibandingkan dengan wilayah di sekitarnya. Para pemilik modal Belanda akhirnya menyewa lahan-lahan itu untuk perkebunan-eprkebunan. Salah satunya perkebunan tebu.
Komoditas tebu paling mencolok tingkat produksinya. Di wilayah Surakarta, pada 1863, ada 46 pabrik gula tersebar di Sragen, Boyolali, Klaten, dan Kartasura. Jalur kereta api menyusul kemudian. Pada 1867, jalur kereta mulai dibangun dari Semarang menuju Tanggung, Purwodadi.
Jalur kerta api itu dilanjutkan hingga Solo dan selesai pada 1870. Pembangunan jalur kereta dilanjutkan hingga Klaten dan selesai tahun 1871. Lalu, berlanjut dari Klaten hingga Yogyakarta yang selesai pada tahun 1887.
Kehadiran moda transportasi kereta memberikan keuntungan besar bagi para pengusaha pabrik gula. Adanya kerta api mempercepa pengiriman gula ke pelabuhan ekspor di semarang. pengiriman gula juga menjadi lebih efisien.
Para pemilik modal perkebunan itu pula yang menghendaki diperluasnya jaringan rel kereta api, termasuk pembangunan jarlur tem untuk pengangkutan tebu ke pabrik-pabrik.
Begitu pula ketika pabrik-pabrik gula itu membutuhkan batu kapur untuk proses peroduksinya. Para pemodal menginginkan supaya dibuka jaringan baru rel kereta api yang bisa mengangkut batu kapur dengan lebih efektif.
Pemenuhan batu kapur untuk pabrik-pabrik gula di wilayah vorstenlanden surakarta di datangkan dari wilayah wonogiri. Baru pada 1922 dibangun jalur rel kereta api sepanjang 32 kilometer dari stasiun solokota hingga stasiun wonogiri. eksploitasi batu kapur di daerah wonogiri dilanjutkan ke arah selatan. Maka, pada tahun berikutnya, 1923, dibangun jalur rel dari stasiun wonogiri sampai stasiun baturetno sepanjang 19 kilometer.
Langganan:
Postingan (Atom)