Menurut catatan Vincent JH Houben dalam buku Spoor Masa Kolonial, pada 1863 terdapat pabrik gula di sragen (22 pabrik), Boyolali (11 pabrik), Klaten (9 Pabrik), dan Kartasura (4 pabrik). Produksi gula terbanyak di Klaten. Pada 1863 diproduksi 40.239 pikul gula di Klaten.
Sistem tanam paksa pada 1830 - 1870 menyebabkan komoditas bernilai ekonomis, seperti tebu, banyak diproduksi. Tetapi tanam paksa tidak diterapkan di wilayah milik Kerajaan Kasunanan dan Mangkunegaran di Solo. Banyak pemodal menyewa tanah di wilayah itu untuk menanam tebu karena tanahnya subur.
Tanah tersebut di namai wilayah vorstenlanded, yaitu tanahyang tidak boleh dikenai sistem tanam paksa. Tanah di kedua wilayah kerajaan tersebut memiliki tingkat kesuburan yang lebih baik dibandingkan dengan wilayah di sekitarnya. Para pemilik modal Belanda akhirnya menyewa lahan-lahan itu untuk perkebunan-eprkebunan. Salah satunya perkebunan tebu.
Komoditas tebu paling mencolok tingkat produksinya. Di wilayah Surakarta, pada 1863, ada 46 pabrik gula tersebar di Sragen, Boyolali, Klaten, dan Kartasura. Jalur kereta api menyusul kemudian. Pada 1867, jalur kereta mulai dibangun dari Semarang menuju Tanggung, Purwodadi.
Jalur kerta api itu dilanjutkan hingga Solo dan selesai pada 1870. Pembangunan jalur kereta dilanjutkan hingga Klaten dan selesai tahun 1871. Lalu, berlanjut dari Klaten hingga Yogyakarta yang selesai pada tahun 1887.
Kehadiran moda transportasi kereta memberikan keuntungan besar bagi para pengusaha pabrik gula. Adanya kerta api mempercepa pengiriman gula ke pelabuhan ekspor di semarang. pengiriman gula juga menjadi lebih efisien.
Para pemilik modal perkebunan itu pula yang menghendaki diperluasnya jaringan rel kereta api, termasuk pembangunan jarlur tem untuk pengangkutan tebu ke pabrik-pabrik.
Begitu pula ketika pabrik-pabrik gula itu membutuhkan batu kapur untuk proses peroduksinya. Para pemodal menginginkan supaya dibuka jaringan baru rel kereta api yang bisa mengangkut batu kapur dengan lebih efektif.
Pemenuhan batu kapur untuk pabrik-pabrik gula di wilayah vorstenlanden surakarta di datangkan dari wilayah wonogiri. Baru pada 1922 dibangun jalur rel kereta api sepanjang 32 kilometer dari stasiun solokota hingga stasiun wonogiri. eksploitasi batu kapur di daerah wonogiri dilanjutkan ke arah selatan. Maka, pada tahun berikutnya, 1923, dibangun jalur rel dari stasiun wonogiri sampai stasiun baturetno sepanjang 19 kilometer.
Kamis, 09 April 2015
Rabu, 11 Februari 2015
Batuan (Yang) Mulia
Batuan Mulia merupakan anggota elite dari mineral alam. DIsebut elite karena dari sekitar 3.000 jenis mineral di Bumi, hanya terdapat 150-200 yang bisa digolongkan jenis batu mulia.
Awalnya adalah aktivitas dapur magma di perut Bumi. Batuan cair bersuhu di atas 1.000 derajat celsius ini terus bergerak dalam selubung atau mantel Bumi. Di luar mantel ini adalah lapisan kerak bumi, yang tersusun dari lempeng0lempeng yang terus bertumbukan dan menyisakan banyak retakan. Tekanan yangkuat dari dalam cenderung mendorong mgagma untuk mencari jalan keluar ke permukaan.
Ketika cairan superpanas dan bertekanan tinggi ini mulai naik, cairan ini akan melarutkan berbagai batuan lain yang telah ada. Terjadilah proses pelarutan atau ubahan hidroteral.
Intan merupakan batuan yang terbentuk di lapisan luar mantel Bumi, di kedalaman hingga 161 kilometer. DI kedalaman ini, tekanan mencapai 4 gpa dan suhu hingga lebih dari 1.350 derajat celsius. TEkanan yang luar biasa kuat dan suhu yang luar biasa panas kemudian mengubah mineral karbon anorganik di kerak bumi (beda dengan karbon organik yang membentuk batubara) yang dilewati hidrotermal ini menjadi kristal intan.
Kebanyakan intan yag kita temukan sekarang merupakan hasil pembentukan proses jutaan-miliar tahun yang lalu. Erupsi magma yang sangat kuat membawaintan-intan tersebut ke permukaan, membentuk pipa kimberlite, penanaman kimberlite berasal dari penemuan pertama pipa tempat intan itu berada tersebut di daerah Kimberley, Afrika Selatan.
Intan merupakan bagian dari batuan mulia yang memiliki keistimewaan karena kekerasannya. Dalam jajaran batu mulia, skala kekerasan intan mencapai 10 mohs, disusul batuan safir dan rubi (mirah delima) yang mencapai 9 mohs, zamrud mencapai 7-8 mohs. Batuan akik atau yang dalam istilah gemstone digolongkan sebagai batuan setengah mulia memiliki kekerasan kurang dari 7 mohs.
Berbeda dengan intan, batuan akik terbentuk saat larutan hidrotermal semakin mendingin karena semakin dekat permukaan. sambil berjalan ke atas, dia mengisi rekahan dan pori-pori batuan, dan bahkan mengisi fosil kayu sehingga mebatu. Batuan akik terbentuk oleh tudung-tudung silika atau larutan hidrotermal, yang tidak terlalu jauh dari permukaan. Temperaturnya kira-kira 300 derajat celsius.
Batuan akik bisa ditemui di seluruh wilayah Indonesia. Dari 34 provinsi di Indonesia, hanya jakarta tidak mempunya batuan akik. Sementara intan, sejauh ini hanya ditemukan di Kalimantan. Intan yang ditemukan di Kalimantan sejauh ini bukan berasal dari intinya, melainkan bautan intan yang dari sumber sekunder yang diendapkan atau dibawa oleh air dari tempat lain. Para geolog sudah sejak zaman Belanda memburunya, tetapi tidak ketemu sumber primernya seperti yang ditemukan di Kimberley.
Kekayaan batuan mulia dan setengah mulia ini karena aktivitas geologi Indonesia sejak jutaan tahun lalu. Sejauh ini, aktivitas geologis tertua di Indoensia yang terlacak terjadi sekitar 400 juta tahun lalu, ditemukan dari fosil sejenis kerang yang berada di puncak gunung-gunung di Papua. Ini menandai adanya aktivitas tektonik luar biasa sehingga bisa mengangkat dasar laut hingga membentuk pegunungan tertinggi di Indonesia.
Awalnya adalah aktivitas dapur magma di perut Bumi. Batuan cair bersuhu di atas 1.000 derajat celsius ini terus bergerak dalam selubung atau mantel Bumi. Di luar mantel ini adalah lapisan kerak bumi, yang tersusun dari lempeng0lempeng yang terus bertumbukan dan menyisakan banyak retakan. Tekanan yangkuat dari dalam cenderung mendorong mgagma untuk mencari jalan keluar ke permukaan.
Ketika cairan superpanas dan bertekanan tinggi ini mulai naik, cairan ini akan melarutkan berbagai batuan lain yang telah ada. Terjadilah proses pelarutan atau ubahan hidroteral.
Intan merupakan batuan yang terbentuk di lapisan luar mantel Bumi, di kedalaman hingga 161 kilometer. DI kedalaman ini, tekanan mencapai 4 gpa dan suhu hingga lebih dari 1.350 derajat celsius. TEkanan yang luar biasa kuat dan suhu yang luar biasa panas kemudian mengubah mineral karbon anorganik di kerak bumi (beda dengan karbon organik yang membentuk batubara) yang dilewati hidrotermal ini menjadi kristal intan.
Kebanyakan intan yag kita temukan sekarang merupakan hasil pembentukan proses jutaan-miliar tahun yang lalu. Erupsi magma yang sangat kuat membawaintan-intan tersebut ke permukaan, membentuk pipa kimberlite, penanaman kimberlite berasal dari penemuan pertama pipa tempat intan itu berada tersebut di daerah Kimberley, Afrika Selatan.
Intan merupakan bagian dari batuan mulia yang memiliki keistimewaan karena kekerasannya. Dalam jajaran batu mulia, skala kekerasan intan mencapai 10 mohs, disusul batuan safir dan rubi (mirah delima) yang mencapai 9 mohs, zamrud mencapai 7-8 mohs. Batuan akik atau yang dalam istilah gemstone digolongkan sebagai batuan setengah mulia memiliki kekerasan kurang dari 7 mohs.
Berbeda dengan intan, batuan akik terbentuk saat larutan hidrotermal semakin mendingin karena semakin dekat permukaan. sambil berjalan ke atas, dia mengisi rekahan dan pori-pori batuan, dan bahkan mengisi fosil kayu sehingga mebatu. Batuan akik terbentuk oleh tudung-tudung silika atau larutan hidrotermal, yang tidak terlalu jauh dari permukaan. Temperaturnya kira-kira 300 derajat celsius.
Batuan akik bisa ditemui di seluruh wilayah Indonesia. Dari 34 provinsi di Indonesia, hanya jakarta tidak mempunya batuan akik. Sementara intan, sejauh ini hanya ditemukan di Kalimantan. Intan yang ditemukan di Kalimantan sejauh ini bukan berasal dari intinya, melainkan bautan intan yang dari sumber sekunder yang diendapkan atau dibawa oleh air dari tempat lain. Para geolog sudah sejak zaman Belanda memburunya, tetapi tidak ketemu sumber primernya seperti yang ditemukan di Kimberley.
Kekayaan batuan mulia dan setengah mulia ini karena aktivitas geologi Indonesia sejak jutaan tahun lalu. Sejauh ini, aktivitas geologis tertua di Indoensia yang terlacak terjadi sekitar 400 juta tahun lalu, ditemukan dari fosil sejenis kerang yang berada di puncak gunung-gunung di Papua. Ini menandai adanya aktivitas tektonik luar biasa sehingga bisa mengangkat dasar laut hingga membentuk pegunungan tertinggi di Indonesia.
Langganan:
Postingan (Atom)